Hadapi Porda 2027, Gunungkidul Mulai Pemusatan Latihan Atlet
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Harian Jogja/Ilustrasi perahu nelayan
Harianjogja.com, GUNUNGKUDUL—Sedikitnya 13 nelayan dari luar Gunungkidul diminta untuk pulang ke daerah masing-masing. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19.
Sekretaris Kecamatan Girisubo, Arif Yahya, mengatakan jajarannya sudah mendapatkan informasi terkait dengan nelayan dari daerah lain seperti Cilacap dan Pangandaran yang masuk ke perairan Sadeng. Para nelayan itu mulai terlihat pada Senin (30/3) kemudian oleh nelayan lokal diminta untuk bersandar di Pelabuhan Sadeng. “Ada tiga perahu motor tempel yang masuk untuk mencari ikan jenis layur. Oleh nelayan setempat mereka kemudian diminta mendarat,” kata Arif kepada wartawan, Selasa (31/3/2020).
Menurut dia, setelah turun dari perahu para nelayan luar daerah itu langsung dikarantina kemudian diminta pulang pada Selasa pagi. Arif menuturkan upaya pencegahan nelayan luar masuk sebagai upaya mengurangi risiko penyebAran virus Corona. “Kepulangan nelayan luar ini juga atas kesanggupan pribadi,” katanya.
Pengadangan terhadap nelayan luar daerah bukan yang pertama kali. Sejak merebaknya penyebaran virus, warga pernah mengadang kelompok nelayan dari luar daerah yang mencoba masuk melalui jalur darat. “Beberapa waktu lalu ada yang mencoba masuk menggunakan truk bermuatan perahu, tetapi berhasil dicegat dan diminta pulang ke daerah asal,” katanya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua Kelompok Nelayan Pantai Sadeng, Sarpan. Menurut dia, total sudah ada 13 nelayan yang diminta pulang ke tempat masing-masing. Kebijakan melarang nelayan luar daerah masuk sebagai upaya pencegahan penyebaran Corona. Hal ini sesuai dengan instruksi dari Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Girisubo. “Dari Polsek Girisubo juga sudah ada imbauan. Jadi kami ingin berpartisipasi dalam upaya pencegahan,” katanya.
Sarpan mengungkapkan di waktu normal warga tidak mempermasalahkan adanya nelayan luar daerah yang masuk ke perairan Sadeng untuk mencari ikan. Hanya, dengan adanya potensi penyebaran virus maka untuk semntara wilayah Sadeng ditutup sehingga saat ada nelayan luar datang langsung diminta pulang. “Harapannya penyebaran bisa ditangani sehingga kondisi bisa kembali normal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul meluncurkan Puslatkab sebagai persiapan atlet menghadapi Porda dan Peparda DIY di Kulonprogo tahun depan.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.
Pakistan menjadi negara dengan kualitas udara terburuk 2025. PM2.5 mencapai 13,5 kali pedoman WHO, sementara Indonesia membaik.
Bagnaia mengakui levelnya kini di posisi 9-10 setelah gagal finis di San Marino. Ia menyoroti masalah pengereman dan menikung.