Lonjakan Pemudik Lebaran Terlihat di Bandara YIA
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
Gunung Merapi mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN--Gunung Merapi kembali erupsi dengan tinggi kolom 3.000 meter pada Kamis (2/4/2020) pukul 15.10 WIB. Erupsi menandakan suplai magma di salah satu gunung api teraktif di dunia itu masih berlangsung.
Saat erupsi terjadi arah angin menuju ke timur. Hujan abu tipis juga terjadi di wilayah kabupaten Sleman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman Makwan, mengatakan jika jika pasca erupsi Merapi yang terjadi pada Kamis (2/4/2020) pukul 15.10 wib tersebut terjadi hujan abu tipis di sejumlah wilayah di kabupaten Sleman.
"Di antaranya, di wilayah Dusun Turgo Pakembinangun, Pakem, Sleman dan wilayah Dusun Tunggul Arum, Wonokerto, Turi, Sleman, walaupun angin pada saat erupsi mengarah ke arah Timur," ujar Makwan, Kamis (2/4/2020).
Senada dengan Makwan, Ketua Komunitas Siaga Merapi (KSM) Desa Glagaharjo, Rambat Wahyudi mengatakan jika hujan abu tipis juga terjadi di tiga dusun di wilayah Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan yakni Kalitengah Lor, Kalitengah Kidul, dan Srunen.
"Hujan abu tipis juga terjadi di bukit Klangon dan juga terjadi di pos pemantauan KSM di lapangan STIPER yang berada di dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman," tambahnya.
Berdasarkan laporan dari BPPTKG pada Selasa (2/4/2020), erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada Kamis (2/4/2020) pukul 15.10 sore tercatat di seismogram dengan amplitudo 78 mm dan durasi 345 detik. Teramati tinggi kolom erupsi setinggi 3.000 meter atau tiga kilometer dari puncak. Arah angin saat erupsi ke Timur.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida menambahkan awan panas yang meluncur dari kawah Merapi juga masih menuju ke bukaan kawah Merapi yakni ke Kali Gendol. Hal tersebut diakui Hanik merupakan karakteristik Merapi saat ini. "Fenomena tersebut merupakan karakteristik Merapi saat ini, jadi jika ada erupsi dan ada awan panas yang mengarah ke Kali Gendol," imbuhnya.
Ketika disinggung mengenai metode pemantauan yang dilakukan oleh BPPTKG, Hanik mengaku jika upaya metode yang ia dan jawatannya adalah dengan metode pengamatan seismik, deformasi, gas, dan visual.
"Metode tidak berubah masih tetap, semua fungsi juga masih berjalan dengan baik, ketika ada Erupsi kami juga langsung mengetahuinya, walaupun ini work from home (WFH) kami tetap melakukan pemantauan 24 jam terhadap Merapi," ungkapnya.
Hani juga sebelumnya mengatakan jika kejadian letusan semacam ini masih dapat terus terjadi sebagai indikasi bahwa suplai magma dari dapur magma masih berlangsung. Ancaman bahaya letusan ini berupa awan panas dan lontaran material vulkanik dengan jangkauan kurang dari 3 km berdasarkan volume kubah sebesar 291.000 meter kubik berdasarkan data drone 19 Februari 2020 lalu. "Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa di luar radius 3 km dari puncak Gunung Merapi," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penumpang di Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) melonjak hingga 81% dibanding 2021, seiring peningkatan pemudik jelang Lebaran 2022.
iPhone 17 pimpin pasar global Q1 2026, Apple kuasai 3 besar, Samsung dan Xiaomi bertahan di segmen entry level.
Polres Kulonprogo petakan 30 geng pelajar untuk cegah kejahatan jalanan. Simak langkah preventif Pemkab dan kepolisian di sini.
FIB Bronze Jogja 2026 jadi ajang penting pembinaan padel Indonesia menuju Kualifikasi Piala Dunia dan Asian Games.
BNI ini salah satu bank nasional dengan jaringan internasional yang cukup besar. Kami menjadi penghubung antara dunia internasional dengan Indonesia, baik inbou
Jogja Run D-City 2026 meriahkan Jogja. Tiket peserta disalurkan untuk beasiswa, hadiah hingga Rp25 juta dan hiburan spektakuler.