Sempat Melesat di Kualifikasi Moto3 Junior, Ramadhipa Raih 9 Poin
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
Bagian dalam bangunan eks Puskesmas Bambanglipuro, Bantul./Istimewa-Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul meminta masyarakat untuk tidak panik dan mengenai rencana pengoperasian Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 di bangunan bekas Puskesmas Bambanglipuro di Dusun Selo, Desa Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul.
Direktur Rumah Sakit Darurat Covid-19 Bantul, Tarsius Glory mengatakan proses instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) dikelola secara profesiolal seperti rumah sakit besar pada umumnya. Setiap kamar pasien nantinya juga akan dilengkapi filter air udara dan dipasang sterilisator ruangan. “Jadi udara yang keluar sudah steril dan aman sehingga tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” kata Glory, Jumat (3/4/2020).
Selain itu, imbuh dia, penularan virus Corona juga terjadi melalui droplet partikel yang keluar dari mulut atau hidung penderita yang lemparannya sejauh sekitar 1-1,5 meter. Dalam artian tidak melalui udara bebas. Justru yang perlu dikhawatirkan adalah jika pandemi Corona itu terus merebak sementara rumah sakit yang tersedia penuh, maka dampak yang ditimbulkan bisa lebih membahayakan.
Pemanfaatan bangunan bekas Puskesmas Bambanglipuro, dinilainya lantaran mendesak, sebab sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19 sudah melebihi kapasitas, sedangkan untuk membuat bangunan baru rumah sakit diperlukan waktu lama dan biaya yang tidak sedikit. “Jadi lebih baik kami mempersiapkan sarana dan prasarana pendukungnya,” ucap Tarsius.
Dia menjelaskan RS Darurat Covid-19 dapat menampung sekitar 100 bed atau tempat tidur. Akan tetapi pada tahap pertama, jumlah bed yang disediakan baru sekitar 50 buah. Bed tersebut sebagian akan diambilkan dari puskesmas rawat inap yang tidak terpakai. “Sementara radiologi dan laboratorium sudah tersedia,” kata Glory.
Rencana Anggaran
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Agus Budi Raharjo mengatakan sosialisasi operasional RS Darurat Covid-19 sedang dilakukan oleh kecamatan dan desa. Dia memastikan rumah sakit darurat mulai resmi diberlakukan pada 13 April mendatang.
Selama belum beroperasi, dinasnya masih terus berupaya melengkapi sarana dan prasarana. Selain pengadaan alat medis habis pakai yang masih dalam proses, ada juga penambahan bangunan pagar sekeliling rumah sakit, perluasan gerbang, hingga pembersihan ruangan.
Untuk kebutuhan anggaran pihaknya masih menghitungnya, namun dariperkiraaannya untuk dua bulan pertama dibutuhkan lebih dari Rp10 miliar. “Itu baru perhitungan awal untuk untuk operasional selama dua bulan,” kata Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pebalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang turun di ajang Moto3 Junior World Championship, M. Kiandra Ramadhipa, tampil kompetitif sepanjang balapan
KPDI ke-17 di UMY mendorong transformasi perpustakaan menghadapi era AI melalui kolaborasi, inovasi, dan penguatan literasi informasi.
Empat SPPG MBG di Sleman berstatus suspend per 3 Agustus 2026. Tiga menjalani renovasi, satu terkendala administrasi.
Residivis pencurian kembali ditangkap usai mencuri tas pengunjung swalayan di Jogja. Polisi mengungkap kerugian korban mencapai Rp4,8 juta.
Pengamat menilai target swasembada gula tidak cukup dicapai dengan mewajibkan industri rafinasi memiliki kebun tebu. Reformasi industri dinilai lebih penting.
Permintaan darah untuk pasien di RSUD Kota Jogja kini tak lagi mengandalkan proses manual. Rumah sakit tersebut menerapkan Sistem Informasi Digital Order Bank