Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Ilustrasi mayat/Ist-Okezone
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Seorang warga di Gunungkidul meninggal dunia setelah dikunjungi keluarganya dari daerah zona merah Covid-19.
Namun Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan salah seorang warga Kecamatan Playen yang meninggal setelah dikunjungi cucunya dari Depok, Jawa Barat itu belum masuk pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19.
Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty, di Gunungkidul, Jumat (3/4/2020) mengatakan hingga saat ini, jumlah PDP di wilayah itu yang meninggal dua orang, yakni di Kecamatan Karangmojo, dan Wonosari.
"Untuk warga di Kecamatan Playen, hingga saat ini yang meninggal belum masuk PDP. Meski yang bersangkutan kontak dengan cucunya dari Depok, Jawa Barat, sekitar dua pekan yang lalu," kata Dewi.
Seperti diketahui, Depok, Jawa Barat, merupakan zona merah pandemi COVID-19.
Ia mengatakan warga yang meninggal tersebut tidak ada keluhan, hanya saja yang bersangkutan memiliki riwayat penyakit asma dan asam urat.
Meski demikian, untuk wilayah RT dan dusun yang bersangkutan tetap disemprot disinfektan untuk mengantisipasi adanya penyebaran COVID-19.
Sementara terkait informasi yang beredar di masyarakat adanya korban positif yang meninggal di Kecamatan Panggang, ia menjelaskan pasien itu dirawat di salah satu rumah sakit swasta, dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat dr Sardjito Yogyakarta.
"Memang dia lebih condong penyakit lain yakni penyakit jantung, dan tidak dimasukkan ke PDP," kata Dewi Irawaty.
Sementara itu, Wakil Bupati Gunung Kidul Immawan Wahyudi mengakui menerima laporan terkait ada salah satu warga yang meninggal dunia, dan warga takut karena belum lama dikunjungi cucunya dari wilayah Depok, Jawa Barat, di Kecamatan Playen.
Akibatnya, kata dia, keluarga dan masyarakat tidak ada yang berani mendekat ke jenazah.
Pada saat itu, pemkab mengambil tindakan dengan mendatangi lokasi bersama petugas pemulasaran jenasah yang sudah terlatih. Menggunakan APD lengkap petugas terlatih langsung mengevakuasi jenasah untuk dikuburkan sesuai dengan penanganan jenazah COVID-19.
"Kami mengambil keputusan ketika keluarga tidak berani mendekat, hanya satu orang cucu saja," katanya.
Ia mengakui suasana ketidakpastian ini tidak hanya terjadi di Gunung Kidul tetapi juga di seluruh Indonesia. Mereka yang meninggal dan pernah berinteraksi dengan warga di zona merah COVID-19 akan mengambil jarak dengan jenasah.
"Yang di Playen itu belum tentu COVID-19," demikian Immawan Wahyudi .
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Prabowo menyebut Indonesia menghabiskan hingga Rp535 triliun per tahun untuk impor BBM. Pemerintah mendorong kendaraan listrik dan EBT.
Cek desil bansos 2026 lewat HP menggunakan NIK. Kenali 5 desil prioritas PKH, BPNT, Sembako, dan BLT Kesra Rp900.000.
Bali United kalah 1-2 dari Sabah FC pada laga pramusim Dewata Challenge Series 2026 di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Sekjen parpol koalisi pemerintah berkumpul di rumah Sugiono. Pertemuan diisi silaturahmi dan refleksi menjelang 17 Agustus.
Polda Metro Jaya menetapkan empat tersangka kasus tantangan hafalan surat Al-Qur'an berhadiah minuman beralkohol di The Sound Project.