Houthi Serang Kilang Minyak Aramco, Arab Saudi Hadapi Ancaman Baru
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Ilustrasi pemudik./Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, JOGJA—Pemudik yang masuk ke wilayah DIY diminta untuk melaporkan kedatangan kepada aparat setempat. Jika mereka memiliki gejala Covid-19 akan ditetapkan sebagai orang dalam pengawasan (ODP).
Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan komentarnya terkait pernyataan sebelumnya pemudik secara otomatis menjadi ODP. Sultan berharap kepada para pemudik atau pendatang bisa mengisolasi diri karena untuk mengetahui mereka ada gejala atau tidaknya itu butuh waktu selama 14 hari atau paling tidak hari ke-10.
“Kami minta pendatang bersedia untuk mengisolasi diri, dengan harapan mengisolasi diri, dia tidak pergi kemana-mana, kalau merasa dirinya tidak sehat, mohon untuk bisa periksa di rumah sakit atau puskesmas. Kalau dia mau belanja untuk makan keluarganya ya silahkan saja, tidak ada masalah. Tetapi tidak perlu pergi, kalau itu dianggap tidak perlu,” ungkapnya di Gedung Pracimasono Rabu (8/4/2020) sore.
Pemudik yang memeriksakan diri akan diberikan suplemen vitamin tambah agar kondisi mereka selama menjalani isolasi menjadi lebih baik. “Nah itu semua akan kita beri suplemen dengan harapan, agar kondisi mereka lebih baik, karena kita kan tidak bisa memperkirakan antibodi seseorang, antibodi baru kita ketahui kalau dia terserang penyakit tidak jadi sakit,” katanya.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih memperkirakan maksud pernyataan bahwa pemudik akan jadi ODP adalah agar setiap pemudik bisa melaporkan diri. Sehingga bisa diketahui ada gejala atau tidaknya. Jika ada gejala baru ditetapkan sebagai ODP dan dimasukkan ke dalam data ODP DIY.
"Maksud beliau [Gubernur DIY HB X] adalah supaya orang kesini [pemudik] harus lapor. Dari laporan itu kan kita tahu, dia punya gejala apa enggak, kalau dia punya gejala ya di-ODP-kan," ucapnya
Ia menegaskan sesuai arahan Gubernur DIY bahwa jika ada gejala diminta menghubungi fasilitas layanan kesehatan. "Isolasi diri selama 14 hari arahan Pak Gubernur kemarin, kalau ada gejala dalam waktu 14 hari itu, maka bisa menghubungi layanan kesehatan. Misalnya di Puskemas, tetapi harus lapor," katanya.
Wakil Sekretariat Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY Biwara Yuswantana menjelaskan data yang masuk di ODP tersebut adalah mereka yang sudah masuk dalam pengobatan Dinas Kesehatan atau melalui fasilitas layanan kesehatan. Sehingga tidak semua pemudik yang terpantau kemudian dimasukkan ke dalam ODP. “Yang masuk ke data itu yang melalui treatment Dinkes, kalau ada gejala,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Houthi mengaku menyerang kilang Saudi Aramco di Jazan dengan drone. Serangan terjadi setelah Arab Saudi meneken pakta pertahanan dengan Turki dan Pakistan.
Dispetaru Kabupaten Bantul menegaskan, pendirian bangunan di sempadan pantai harus mengikuti aturan merespons sejumlah bangunan yang rusak diterjang gelombang
Road trip makin populer di 2026. Simak 5 tips persiapan sebelum perjalanan jarak jauh
Prabowo menyebut negara menanggung penuh iuran JKN bagi 96,8 juta warga tidak mampu dan membangun 66 RSUD di berbagai daerah.
Kemendagri membuka Program Masadagri Batch III 2026 dengan 65 posisi magang di 12 unit kerja. Pendaftaran dibuka 15-19 Agustus 2026 untuk mahasiswa D4 dan S1.
Festival seni rupa ARTJOG kembali digelar di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Berlangsung sejak 19 Juni hingga 30 Agustus 2026