SD Muhammadiyah Sapen Pertahankan Gelar, Tarakanita Bumijo Cetak Sejarah di MLSC Jogja
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Warga beraktivitas mengenakan masker. /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman menyiapkan kajian untuk memastikan apakah wilayah Sleman sudah terjadi transmisi lokal kasus Covid-19. Kejadian epidemiologi ini dibutuhkan untuk menentukan kebijakan Pemkab Sleman ke depan.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hartaryo mengatakan Dinkes akan melakukan kajian epidemiologis terkait perkembangan kasus Covid-19 di Sleman. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah benar wilayah Sleman telah terjadi transmisi lokal.
Joko menjelaskan transmisi lokal terjadi jika satu pasien positif menulari pasien positif lainnya, kemudian pasien positif kedua ini menulari pasien positif ketiga. "Kami akan mengundang kajian epidemiologi ini dengan pakar dari UGM. Hasil kajiannya nanti akan menentukan kebijakan ke depan," kata Joko, Rabu (15/4/2020).
Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 di Sleman sampai saat ini belum terpola dengan jelas. Namun berdasarkan tracking yang dilakukan Dinkes Sleman terhadap pasien positif Covid-19, sampai saat ini di Sleman belum terjadi transmisi lokal. "Semua kasus positif di Sleman masih tergolong imported case. Baik dari daerah terjangkit maupun kontak erat dengan pasien positif. Semua kasus Covid-19 masih generasi ke dua, tertular oleh orang dari daerah terjangkit," katanya.
Jika sudah generasi ketiga dari satu klaster baru, kata Joko hal itu baru bisa disebut terjadi transmisi lokal. Oleh karenanya, Dinkes akan melakukan kajian dan membuktikan epidemiologis telah terjadi transmisi lokal atau tidak.
"Jika terjadi penularan setempat di Sleman, tentu ada kebijakan. Tapi tidak seperti yang di Jakarta dengan PSBB. Sebab di Jakarta kasus Covid-19 terjadi massif. Orang ke rumah sakit atau ke pasar saja bisa tertular," kata Joko.
Jika terjadi transmisi lokal, katanya, Dinkes hanya akan melakukan isolasi di wilayah yang terjadi kasus transmisi lokal saja. Menurutnya, banyak faktor yang harus dikaji untuk menentukan status karantina wilayah. "Pertimbangannya lebih ke surveilans epidemiologi, meski ada aspek sosial dan lainnya. Jadi tunggu saja hasil kajiannya seperti apa," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SD Muhammadiyah Sapen kembali juara KU 12 MLSC Jogja. SD Tarakanita Bumijo I mencetak sejarah sebagai juara baru KU 10 dengan top skor 36 gol.
Link live streaming Indonesia vs Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026 tersedia di Vidio dan YouTube. Simak jadwal dan cara menontonnya.
Satoria Hotel Yogyakarta merayakan ulang tahun ke-9 dengan tema “Together We 9row” melalui berbagai kegiatan kesehatan, sosial, lingkungan, dan pengembangan dir
Komite MAN 2 Bantul menjelaskan soal Rp4,2 juta yang ramai di media sosial. Nominal disebut bukan tarif wajib bagi wali murid.
Capaian CKG Kulonprogo baru 119.172 dari 459.782 sasaran. Dinkes memperluas pemeriksaan hingga Kantor Pemkab Kulonprogo.
BRI Peduli Sahabat Disabilitas 2026 kembali digelar di Makassar dengan pelatihan dan pemagangan untuk memperluas kesempatan kerja inklusif.