Balita Kejang di Malam Hari, Pasien JKN Dapat Penanganan Cepat
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Foto ilustrasi. /Reuters
Hariamjogja.com, BANTUL—Jumlah warga Bantul yang terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah sebanyak dua orang. Kedua warga itu diketahui memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah. Itulah sebabnya Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul memastikan sampai saat ini belum ada penularan atau transmisi lokal dalam penyebaran virus Corona di Bumi Projotamansari. Dengan begitu, dari total 16 pasien positif Covid-19 di Bantul, terbanyak ada di Kecamatan Kasihan, yakni berjumlah delapan orang.
Dua pasien positif Covid-19 terbaru tersebut adalah warga Kecamatan Kasihan, Bantul, masing-masing laki-laki berusia 26 tahun dan perempuan berusia 66 tahun. “Yang lak-laki memiliki riwayat bepergian dari Jakarta, kalau yang perempuan memiliki riwayat bepergian dari Bali,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Penularan Infeksi Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso, Minggu (19/4/2020).
Dokter Oky, sapaan akrab Sri Wahyu Joko Santoso mengaku belum mengetahui pasti riwayat kepergian dua pasien positif terbaru tersebut. Akan tetapi berdasarkan informasi sementara, yang laki-laki bepergian ke daerah Jakarta karena urusan pekerjaan. Dia mengatakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul masih berupaya menelusuri siapa saja yang berkontak erat dengan kedua pasien tersebut.
Dengan adanya tambahan dua pasien positif, maka total pasien positif Covid-19 di Bantul per Minggu siang, mencapai 16 orang. Dari jumlah itu, dua orang di antaranya meninggal dunia dan enam orang lainnya dinyatakan sembuh.
Sementara delapan orang masih dalam perawatan di rumah sakit rujukan Covid-19, yakni dua orang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati; dua orang di RS Bethesda, Jogja, dan masing-masing satu orang di RS PKU Muhammadiyah Bantul, RS PKU Muhammadiyah Jogja, RSUP Dr. Sardjito, dan RSPAU Hardjlukito.
Dokter Oky mengajak masyarakat untuk bersama-sama memerangi pandemi Corona dengan mematuhi imbauan pemerintah agar tetap berdiam diri di rumah. “Sebaiknya tunda dulu bepergian ke luar kota yang tidak penting. Mungkin kita bisa bertahan tapi belum tentu orang-orang dekat kita,” ujar dia.
Selain itu dia juga mengatakan sampai saat ini Dinkes Bantul sudah melakukan tes cepat terhadap 600 orang warga dan tenaga kesehatan yang berkontak erat dengan PDP dan pasien positif. “Hasilnya ada enam orang yang positif,” kata dia.
Dia menegaskan hasil positif dari tes cepat bukan acuan diagnosa Covid-19, tetapi hanya sebagai deteksi dini. “Sementara acuan diagnsa positif Covid tetap mengacu pada hasil pemeriksaan swab atau cairan tenggorokan dan hidung,” ucap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
Munja menargetkan ekspor kendaraan pemadam kebakaran mulai 2027 setelah menguasai 35% pasar domestik dan membidik pangsa pasar 70%.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta melantik pengurus Baguna periode 2025-2030 sekaligus menggelar simulasi penyelamatan korban bencana di Sungai Gajahwong.
Sebanyak 22 mahasiswa dari 17 negara belajar pengelolaan sampah perkotaan secara langsung di Kelurahan Terban dan Baciro, Kota Jogja.
Geopark Ijen akan menjalani revalidasi UNESCO pada 3-7 Agustus 2026 untuk mempertahankan status green card yang diraih sejak 2023.
PDI Perjuangan Kota Jogja menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi lansia sekaligus mendorong kenaikan anggaran JSLU dan memperingati Kudatuli 1996.