Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Desainer dari komunitas Rencang Rancang menyelesaikan pembuatan design promosi produk di Panembahan, Kraton, Senin (20/4)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian sebagian besar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) melemah bahkan tidak lagi berproduksi. Merespons hal ini, sejumlah desainer grafis berinisiatif membuat gerakan Rame-Rame Desain Gratis bagi para pelaku UMKM terdampak Covid-19.
Salah satu desainer grafis yang terlibat dalam gerakan ini, Muhammad Anang wijaya, menjelaskan gerakan ini bermula dari keresahan mandeknya perekonomian kecil di sekitarnya. “Digagas salah satu desainer grafis Jogja, Panji, awal April lalu,” ujarnya, Senin (20/4/2020).
Awalnya, Panji dan beberapa kawan sesama desainer grafis membentuk komunitas Rencang Rancang yang kemudian Rame-Rame Desain Gratis menjadi salah satu kegiatan komunitas ini. Saat ini, sudah ada sekitar 30 desainer grafis dari beberapa daerah di Indonesia yang terlibat.
Dalam gerakan ini, kelompoknya menawarkan bantuan untuk mendesainkan poster atau leaflet dalam format digital untuk produk UMKM. Bagi UMKM yang tertarik, untuk mendapatkan desain ini cukup dengan menghubungi admin, mengirimkan data dan tunggu desain jadi.
Rencang Rancang hanya membuatkan satu desain untuk setiap UMKM secara gratis. Desain ini bisa diunggah oleh UMKM melalui sosial medianya atau status Whatsapp. “Setiap desain bisa satu sampai empat hari, tergantung pengerjaannya,” katanya.
Tidak semua pelaku UMKM bisa mendapatkan desain gratis. Komunitasnya menerapkan kriteria tertentu, yakni diutamakan pengusaha kecil dan bidangnya meliputi peternakan, perkebunan, bahan makanan dan alat kesehatan yang penjualannya macet.
Dari awal April sampai saat ini, komunitasnya teah membuatkan desain untuk sekitar 20 UMKM, di antaranya memproduksi ayam potong, masker, wedang uwuh, servis pendingin udara, kuliner gudeg, ayam goreng, jus, madu, kopi, salad dan lainnya. “Kami ingin ekonomi tetap bergerak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil (UKM) Dinas Koperasi UKM Nakertrans Kota Jogja, Rihari Wulandari, mengungkapkan pandemi memang memukul banyak pelaku UMKM sehingga tidak bisa produksi. Beberapa yang masih bertahan mencoba membuat produk baru seperti masker.
“Mereka kesulitan mendapat bahan dasar dan susah mempromosikan hasil produksinya. Kami melakukan pendataan terdapat sekitar 1.000 UMKM yang terdampak,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.
Bulog mengubah pola pengelolaan stok beras SPHP dari FIFO menjadi formula mixing 2-3-4 untuk menjaga mutu beras yang disalurkan.
Bus wisata Taman Pintar tak lagi parkir di TKP Senopati. Pemkot Jogja menyiapkan drop zone di Sriwedani untuk memudahkan rombongan.
Kemenkop mengakui ada manajer Kopdes yang mundur karena penempatan jauh. Sekitar 1.900 manajer ditempatkan lintas provinsi.