Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Desainer dari komunitas Rencang Rancang menyelesaikan pembuatan design promosi produk di Panembahan, Kraton, Senin (20/4)./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA—Pandemi Covid-19 menyebabkan perekonomian sebagian besar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) melemah bahkan tidak lagi berproduksi. Merespons hal ini, sejumlah desainer grafis berinisiatif membuat gerakan Rame-Rame Desain Gratis bagi para pelaku UMKM terdampak Covid-19.
Salah satu desainer grafis yang terlibat dalam gerakan ini, Muhammad Anang wijaya, menjelaskan gerakan ini bermula dari keresahan mandeknya perekonomian kecil di sekitarnya. “Digagas salah satu desainer grafis Jogja, Panji, awal April lalu,” ujarnya, Senin (20/4/2020).
Awalnya, Panji dan beberapa kawan sesama desainer grafis membentuk komunitas Rencang Rancang yang kemudian Rame-Rame Desain Gratis menjadi salah satu kegiatan komunitas ini. Saat ini, sudah ada sekitar 30 desainer grafis dari beberapa daerah di Indonesia yang terlibat.
Dalam gerakan ini, kelompoknya menawarkan bantuan untuk mendesainkan poster atau leaflet dalam format digital untuk produk UMKM. Bagi UMKM yang tertarik, untuk mendapatkan desain ini cukup dengan menghubungi admin, mengirimkan data dan tunggu desain jadi.
Rencang Rancang hanya membuatkan satu desain untuk setiap UMKM secara gratis. Desain ini bisa diunggah oleh UMKM melalui sosial medianya atau status Whatsapp. “Setiap desain bisa satu sampai empat hari, tergantung pengerjaannya,” katanya.
Tidak semua pelaku UMKM bisa mendapatkan desain gratis. Komunitasnya menerapkan kriteria tertentu, yakni diutamakan pengusaha kecil dan bidangnya meliputi peternakan, perkebunan, bahan makanan dan alat kesehatan yang penjualannya macet.
Dari awal April sampai saat ini, komunitasnya teah membuatkan desain untuk sekitar 20 UMKM, di antaranya memproduksi ayam potong, masker, wedang uwuh, servis pendingin udara, kuliner gudeg, ayam goreng, jus, madu, kopi, salad dan lainnya. “Kami ingin ekonomi tetap bergerak,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Usaha Mikro Kecil (UKM) Dinas Koperasi UKM Nakertrans Kota Jogja, Rihari Wulandari, mengungkapkan pandemi memang memukul banyak pelaku UMKM sehingga tidak bisa produksi. Beberapa yang masih bertahan mencoba membuat produk baru seperti masker.
“Mereka kesulitan mendapat bahan dasar dan susah mempromosikan hasil produksinya. Kami melakukan pendataan terdapat sekitar 1.000 UMKM yang terdampak,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Siswa kelas II SD meninggal dunia usai tertimpa patung di Museum Ronggowarsita Semarang saat mengikuti wisata rombongan sekolah.
PP Tunas memungkinkan perubahan status risiko TikTok, Roblox, dan YouTube jika lolos evaluasi perlindungan anak digital.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.