AFJ Ajak Peternak Gunungkidul Terapkan Kandang Bebas Sangkar
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Takjil di Masjid Jogokariyan Mantrijeron Kota Jogja./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JOGJA - Sebagai upaya mendukung pembatasan social dan fisik serta membantu keluarga yang terdampak pandemi Corona, Pemerintah Kota menganjurkan agar selama Ramadan, masjid menyediakan takjil bukan dalam bentuk makan siap saji, tapi sembako.
Berbeda dengan bulan Ramadan sebelumnya, umat muslim kini harus menjalankan ibadah puasa dalam situasi pandemi Covid-19. Untuk mencegah penyebaran virus, berbagai ibadah di bulaln Ramadan kali ini perlu disesuaikan pelaksanaannya, salah satunya takjil yang di setiap masjid selalu ada.
Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi, mengimbau pelaksanaan takjil dimana pada kondisi normal mengundang jamah ke masjid untuk mendengarkan tausiyah dilanjut dengan buka bersama dan solat berjamaah, tahun ini dilakukan bengan cara berbeda. “Kami arahkan jadi sembako bingkisan,” ujarnya, Kamis (23/4/2020).
Menurutnya, selain menghindari potensi kerumunan, pemberian takjil dalam bentuk sembako juga bisa membantu keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangannya akibat pandemi covid-19. “Sehingga masyarakat lebih aman dan tentram ketika sudah punya makanan di rumah,” katanya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang ingin berbagi rezekinya untuk menyalurkannya ke Masjid di sekitarnya, termasuk bisa pula di Masjid Pangeran Diponegoro, Kompleks Balaikota Jogja. Takmir masjid nantinya akan mendistribusikan donasi ke masyarakat yang membutuhkan dalam bentuk sembako.
Ketua Baznas Kota Jogja yang juga merupakan Pengurus Masjid Pangeran Diponegoro, Samsul Azhari, mengatakan pihaknya telah mengawali pemberian paket sembako senilai Rp250.000, yang berisi beras, minyak goreng, abon, telur, mi instan dan susu kaleng, pada Kamis (23/4/2020).
“Dana yang dialokasi untuk pemberian sembako ini total sebanyak Rp672 juta. Batuan ini diserahkan kepada warga kurang mampu, ustadz, pengurus masjid, difabel, panti asuhan, pesantren, rumah singgah, penjaga kantor sekolahdan warga membutuhkan lainnya,” ungkapnya.
Untuk menghindari kerumunan saat pembagian sembako, pihaknya mendistribusikan sembako melalui penyuluh agama Islam dan Komunitas Cinta Masjid. Selama Ramadan, pihaknya akan menggelar tausiyah dengan media online sehingga jemaah bisa tetap mengakses dari rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Animal Friends Jogja (AFJ) dorong peternakan ayam petelur Gunungkidul terapkan sistem bebas sangkar. Sarasehan 37 peternak Playen.
Agustus 2026 menghadirkan hujan meteor Perseid, gerhana matahari total, konjungsi Mars dan Bulan, oposisi Saturnus, hingga supermoon. Simak jadwal lengkapnya.
Benarkah film dan drama Korea dapat memicu bunuh diri? Simak kajian tentang Werther Effect, Papageno Effect, serta pentingnya literasi media.
Bansos beras tahap kedua mulai disalurkan 17 Agustus 2026. Kopdes Merah Putih berpeluang menjadi lokasi penyaluran bagi 33,24 juta penerima.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
GIIAS 2026 menghadirkan sejumlah mobil baru di bawah Rp200 juta, didominasi kendaraan listrik dengan harga mulai Rp155 juta.