900 Ton Gandum Sudah Dikirim ke Palestina, Laju Peduli Ungkap Sumbernya
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman melakukan rapid test kepada seluruh penghuni Shelter Asrama Haji Jogja. Hasilnya tak ada yang reaktif atau bergejala Covid-19.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan rapid test tidak hanya dilakukan bagi 50 penghuni shelter baik yang masih di dalam maupun yang sudah pulang. Rapid test juga dilakukan bagi tenaga kesehatan (11 orang), security (6 orang) dan cleaning service (6 orang) di shelter tersebut.
"Semua hasilnya, negative/non reaktif. Termasuk juga tiga orang penghuni Rusun Gemawang 3 orang, status OTGPPAT setelah di rapid tes negative-non reaktif," kata Evie, Rabu (29/4/2020).
Berdasarkan laporan Penghuni Shelter Covid 19 Asrama Haji dan Rusunawa Gemawang, Rabu (29/4/2020) total penghuni karantina saat ini berjumlah 31 orang. Mereka ditempatkan di Gedung Muzdalifah sebanyak 24 orang dan Gedung Madinah tujuh orang.
Adapun jumlah penghuni berdasarkan status ODP sebanyak 16 orang dan OTG PPAT sebanyak 15 orang. "Jumlah penghuni dijemput sebelum selesai masa karantina ada 12 orang dan penghuni yang selesai karantina 14 hari terdapat 10 orang," kata Evie.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Laju Peduli telah mengirim lebih dari 900 ton gandum ke Palestina selama delapan tahun. Bantuan dihimpun dari sedekah masyarakat.
Harga emas Antam Kamis 24 September 2026 turun Rp25.000 menjadi Rp2,605 juta per gram. Simak harga lengkap dan buyback.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.