Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Foto ilustrasi. / ANTARA FOTO-Ahmad Subaidi
Harianjogja.com, JOGJA--Pelakasanaan tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) acak di pasar tradisional di sejumlah wilayah Kota Jogja dimulai pekan ini. Pengujian kali ini difokuskan kepada pedagang pasar tradisional. Sebanyak 250 sampel pedagang rencananya akan diperiksa secara acak.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Heroe Poerwadi menerangkan setelah persiapan beberapa pekan, RDT acak siap dilakukan pada pekan ini. Pasar tradisional tradisional, kafe, restoran hingga beberapa mal jadi sasaran RDT acak ini. Dari lokasi-lokasi tersebut rencananya akan diambil beberapa sampel orang untuk diperiksa. Pekan ini RDT acak akan fokus menyisir pasar-pasar tradisional Kota Jogja. "RDT acak ini untuk melihat apakah sebaran Covid-19 di Kota Jogja masih aktif atau sudah mereda," ujar Heroe ditemui pada Selasa (2/6/2020).
Menurut pengamatan Heroe, jika melihat kasus dan angka Covid-19 di Kota Jogja beberapa akhir ini menunjukkan perkembangan yang sangat landai. Selama kurang lebih dua pekan, tidak diketemukan kasus baru selain dari Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang telah dirawat.
"Pertambahan konfirm positif hanya berasal dari PDP yang telah keluar hasil uji Swab, artinya di luar dari yang ada dalam daftar kasus ODP, PDP dan terkonfirmasi positif tidak muncul kasus baru dalam rentang dua pekan ini," tegasnya. Heroe menjelaskan saat ini kasus terkonfirmasi positif ada tujuh orang, PDP 11 dan ODP 63.
Heroe menjelaskan sebaran wilayah RDT acak ini merata seluruh bagian, baik Jogja bagian barat, timur, utara dan selatan bahkan tengah sekalipun. Sementara itu dari jenis lokasi, RDT acak juga tidak hanya menyasar segmen pasar tradisional namun juga tempat publik di tengah kota.
Heroe menegaskan RDT acak ini dilakukan untuk memastikan bahwa sudah tidak ada sebaran kasus yang belum muncul atau kasus yang selama ini ada namun belum terdeteksi di masyarakat. "Ini merupakan salah satu bentuk upaya Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja untuk meyakinkan bahwa kurva Covid-19 di Kota Jogja memang sudah sangat landai dan tidak ada penambahan kasus klaster baru," ujarnya.
Heroe mengatakan bahwasannya pelaksanaan acak RDT acak ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogja bekerja sama dengan Epidemiologi UGM. "Tahapan pertama adalah pasar tradisional, untuk melangkah ke lokasi lainnya seperti mal, kafe dan restoran, pemilihan tempat, waktu, dan jumlah sampel belum ditetapkan," jelasnya.
Adapun mekanisme pelaksanaan RDT hanya dilakukan sekali. Sehingga 250 RDT akan digunakan untuk sampel dengan jumlah yang sama. "Jika reaktif langsung akan diperiksa lebih lanjut dengan uji Swab," jelas Heroe. RDT akan dilakukan pada pedagang terlebih dahulu. Kalau selanjutnya ditemukan kasus maka selanjutnya akan dilakukan Tracing kepada pengunjungnya. "Sama seperti pelacakan model Indogrosir, karyawan dahulu dites, setelah ditemukan kasus baru diikuti pengunjungnya," tukas Heroe.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Bulog menyalurkan beras dan minyak goreng bagi penyintas gempa NTT. Bantuan mencapai 10 ton beras dan 1.000 liter minyak per kabupaten.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.