Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Ilustrasi vaksin./Reuters
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul kehabisan stok vaksin polio sejak September 2019. Hingga kini belum ada distribusi dari Pemerintah Pusat, sedangkan untuk pengadaan tidak bisa dilakukan karena barang tidak tersedia di e-katalog.
Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty, mengatakan ketiadaan stok vaksin polio untuk anak balita tidak hanya terjadi di Gunungkidul, tetapi terjadi secara nasional. “Kosong sejak September 2010,” kata Dewi kepada wartawan, Minggu (14/6/2020).
Dijelaskan Dewi, vaksin polio merupakan salah satu yang wajib diberikan kepada anak balita. Seyogyanya, vaksin diberikan secara gratis di setiap puskesmas, tetapi karena stok kosong maka layanan tidak bisa dilaksanakan. “Kalau swasta kemungkinan masih ada, tetapi biayanya sekitar Rp150.000,” ujar Dewi.
Dinkes, menurut Dewi, sudah bertanya ke Pemda DIY maupun Pemerintah Pusat. Namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan vaksin didistribusikan. Untuk pengadaan mandiri tidak bisa dilakukan karena barang tidak tersedia di e-katalog pengadaan barang dan jasa secara online. “Praktis kami hanya bisa menunggu. Informasinya April ada kiriman stok, tetapi hingga sekarang belum sampai daerah,” katanya.
Kepala Seksi Surveillance Dinkes Gunungkidul, Niken Widyawati, menyatakan kekosongan vaksin polio tidak lepas dari adanya kebijakan baru dari Kementerian Kesehatan. Kebijakan ini berpengaruh terhadap proses pengadaan yang dilakukan sehingga harus diulang dari awal. “Imbasnya berdampak ke daerah karena ketiadaan stok vaksin polio,” katanya.
Untuk pengadaan mandiri, Niken mengakui tidak bisa dilakukan karena proses penyediaan vaksin harus dilakukan secara ketat sehingga pelaksanaannya dilakukan secara terpusat. “Kami di daerah hanya bisa menunggu kiriman. Jadi, kalau barang tidak ada maka layanan juga dihentikan,” katanya.
Disinggung mengenai layanan vaksin di klinik atau rumah sakit swasta, Niken mengakui bahwa pengadaan tersebut bukan berasal dari pemerintah. “Itu pengadaan sendiri sehingga saat anak balita divaksin di klinik swasta ada biaya yang harus dibayarkan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.
Mobil listrik bekas makin diminati di tengah kenaikan harga BBM. Penjualan mobil diesel bekas justru melambat di pasar otomotif domestik.