DPRD Gunungkidul Siapkan Perda Reklame, Bidik Optimalisasi PAD
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Foto ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, GUUNGKIDUL– Tim Gugus Tugas Covid-19 Gunungkidul mengumumkan empat kasus baru sehingga total berjumlah 48 warga yang positif corona. Penularan ini masuk dalam kluster pedagang ikan asal Desa Bejiharjo, Karangmojo.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, tambahan empat kasus positif semuanya berasal dari Kecamatan Karangmojo. Kasus ini merupakan penularan dari pedagang ikan. “Semuanya laki-laki,” kata Dewi, Minggu (14/6/2020).
Adanya temuan ini, tim kesehatan terus akan melakukan penelusuran agar kasus tidak terus bertambah. Meski demikian, ia belum memastikan penularan itu masuk generasi ke berapa dari pedagang ikan. “Sudah masuk generasi ketiga penularannya. Tapi untuk yang empat pasien positif baru, belum dipastikan apakah masuk generasi kedua, ketiga atau malah generasi berikutnya karena kepastian harus dilakukan analisa,” katanya.
Selain mengumumkan tambahan empat kasus positif, gugus tugas juga mengumumkan satu pasien asal Karangmojo dinyatakan sembuh. Total dari 48 kasus, 37 pasien dinyatakan sembuh, sepuluh orang menjalani perawatan di rumah sakit dan satu pasien dinyatakan meninggal dunia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul membahas Raperda Penyelenggaraan Reklame untuk mengoptimalkan PAD, menata reklame, dan memperkuat kepastian hukum.
Dokter anak Rini Sekartini menjelaskan kualitas susu formula perlu dilihat dari sumber bahan baku, proses produksi hingga pengendalian mutu.
Hipertensi Gunungkidul mencapai 39,25%, tertinggi di DIY. Pemkab memperkuat layanan kesehatan dan penanganan stunting lewat Poskesdes.
Progres Tol Jogja-Solo Paket 1.2 mencapai 92,54%. Pembebasan lahan Akses Bokoharjo juga 99,38% dan dikebut untuk Nataru 2026/2027.
Disnakertrans Bantul mulai sosialisasi padat karya BKK DIY di 124 lokasi. Setiap kelompok mendapat anggaran Rp100 juta untuk perluasan kerja.
DLH Gunungkidul menargetkan pengurangan sampah organik hingga 40% melalui Masgun Maos dan pengolahan sampah mandiri dari rumah.