Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Anggota Polsek Samigaluh menunjukkan lokasi penemuan mayat di Sungai Tinalah, Dusun Kedungrong, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, Selasa (16/6/2020)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sesosok mayat bayi laki-laki ditemukan mengambang di Sungai Tinalah, Dusun Kedungrong, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, Selasa (16/6/2020).
Mayat itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar, Rohmat, 31, sekitar pukul 13.00 WIB. Rohmat mulanya hendak makan siang di sebuah angkringan yang berlokasi di tepi Sungai Tinalah. Namun ia dikagetkan dengan adanya tubuh bayi mengambang di aliran sungai tersebut. Lokasinya persis di bawah jembatan Sungai Tinalah.
"Nah pas sampai angkringan, saya parkir motor agak di pinggir [sungai], dan enggak sengaja lihat ada tubuh kecil gitu di sungai, posisinya mengambang dan masih ada ari-arinya," ujar Rohmat, ditemui wartawan di lokasi penemuan mayat bayi, Selasa siang.
Rohmat yang meyakini tubuh yang dilihatnya itu adalah mayat bayi langsung melapor ke Balai Kalurahan Purwoharjo. Laporan diteruskan ke kepolisian setempat.
Tak berselang lama, warga mulai berdatangan ke lokasi, disusul rombongan personel Polsek Samigaluh dan Polres Kulonprogo bersama tim Medis Puskesmas Samigaluh serta PMI Kulonprogo. Mayat itu kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates untuk keperluan pemeriksaan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kulonprogo, AKP Munarso menerangkan berdasarkan keterangan tim medis, mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ini diperkirakan sudah meninggal sejak kemarin. Dugaan itu berdasarkan kondisi mayat yang sudah membengkak dan terdapat luka.
"Untuk luka kemungkinan karena terbawa arus jadi tergores bebatuan, tapi untuk lebih detailnya nanti masih kami selidiki," ujarnya.
Kepolisian saat ini masih menyelidiki temuan mayat bayi itu. Sejumlah saksi mata dipanggil untuk dimintai keterangan. "Masih kami selidiki, kepada masyarakat yang mengetahui tentang mayat bayi ini dimohon untuk bisa melapor ke kami," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.