WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, JOGJA--Juru Bicara Pemerintah Daerah (Pemda) DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, mengatakan dari semua klaster terkait Covid-19 yang ditemukan di Jogja, beberapa di antaranya telah berhenti ditracing atau ditelusuri.
"Karena sudah tidak ditemukan hasil RDT reaktif atau PCR positif dari pelacakan," ungkapnya, Minggu (21/6/2020).
Kendati demikian, pihaknya enggan merinci klaster mana saja yang telah berhenti ditracing dan klaster mana yang masih dilanjutkan tracingnya. "Secara pasti belum bisa menginformasikan," kata dia.
Sejumlah klaster yang muncul di Jogja di antaranya Klaster Jemaah Tabligh Sleman, Jemaah Tanligh Gunungkidul, klaster gereja Ngupasan Jogja, Indogrosir, pemasok ikan Semarang-Jogja, pedagang ikan Purworejo dan Sekolah Inspektur Polisi (SIP) dari Sukabumi.
BACA JUGA: Banyak dari Luar Daerah, Ini Riwayat 3 Pasien Baru Covid-19 di DIY
Klaster Indogrosir merupakan klaster terbesar dengan jumlah kasus positif sebanyak 50 kasus yang meliputi karyawan, keluarga karyawan dan pengunjung. Pada klaster ini Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman dan Kota Jogja bahkan harus menggelar RDT masal untuk melacak penularan pada pengunjung yang datang ke Indogrosir dalam kurun waktu 19 April sampai 4 Mei.
Pada klaster pedagang ikan Purworejo, Dinas Kesehatan Kulonprogo juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Purworejo. "Sejak awal Dinkes Purworejo memberi notifikasi ke Dinkes Kulonprogo dan langsung dilacak," ujarnya.
Selain dari tracing klaster, banyak kasus positif baru yang merupakan kasus impor atau memiliki riwayat perjalanan luar daerah. Dalam seminggu terakhir, dari 19 kasus positif yang ditemukan, 11 di antaranya merupakan kasus impor.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.