Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SLEMAN- Seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kabupaten Sleman saat ini telah melayani rapid test mandiri. Layanan ini bisa digunakan masyarakat umum.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan layanan rapid diagnostic test (RDT) mandiri sudah bisa diakses di seluruh puskesmas di Sleman. Ia menegaskan RDT mandiri ini berbeda dengan RDT program yang digunakan untuk tracing.
"RDT program masih sekitar 5.000 kit. Kalau untuk RDT mandiri kami tidak menggunakan RDT kit program tapi pengadaan sendiri," kata Joko pada Kamis (25/6/2020).
BACA JUGA: 29 Pegowes Kecelakaan di Bantul, 5 Tewas dalam 3 Bulan
Ia menerangkan tarif RDT ini diatur lewat Perbup No. 26.2/2020 tentang Perubahan atas Perbup No. 29.1/2019 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan pada Puskesmas. "Tarif sudah ada Perbup-nya, sekitar Rp230 ribu. Rp210 ribu untuk RDT, lalu periksa dokter Rp20 ribu untuk surat keterangan," terangnya.
Di Puskesmas Mlati II, Mlati, Sleman, layanan RDT mandiri ini belum banyak digunakan. Kepala Puskesmas Mlati II, Veronika Evita Setianingrum mengatakan baru digunakan 1-2 orang yang mengakses layanan ini sejak dibuka pada Senin (22/6).
Ia menjelaskan prosedur kedatangan pasien akan dipandu petugas Triase untuk mengarahkan pasien ke Poli Batuk yang berfungsi menjadi Poli Screening Covid-19. Setelah pasien mendaftar, pasien akan diperiksa dokter dan dibuatkan pengantar laboratorium. "Setelah petugas laborat mengambil sampling darah pasien, maka pasien menunggu hasil RDT dan membayar ke kasir. Hasil bisa diambil pada hari yang sama di loket laboratorium," paparnya.
Jika pasien yang dites menunjukkan hasil reaktif, maka Puskesmas akan menyarankan untuk tes ulang 7-10 hari setelahnya tergantung keperluannya. "Jika untuk perjalanan disarankan cek ulang di tempat atau kota tujuan," kata Evita.
Hasil rapid test memang belum dapat menunjukkan seseorang positif terpapar virus. Maka, untuk mengonfirmasinya harus dikuatkan dengan tes PCR. "Puskesmas akan membuatkan rujukan ke RS untuk tes PCR," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
DPD DIY dorong percepatan pengesahan RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan perlindungan hak masyarakat adat.
Penelitian terbaru ungkap pola tulisan tangan bisa jadi indikator awal penurunan fungsi kognitif pada lansia.
Rupiah melemah ke Rp17.800, DPR tegaskan kondisi bukan krisis 1998. Sektor perbankan dinilai masih stabil.
Tren wisata 2026 berubah, turis kini cari pengalaman emosional, healing, dan perjalanan bermakna ke Jepang, Korea, hingga China.
Peringatan 20 tahun gempa Jogja jadi momentum penguatan kesiapsiagaan bencana berbasis teknologi, kolaborasi, dan edukasi masyarakat.