RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Ilustrasi. /Antara
Harianjogja.com, BANTUL--Bupati Bantul Suharsono memastikan penyelenggaraan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak digelar setelah penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan wakil kepala derah (Pilkada) Bantul, Desember mendatang. Alasannya karena masyarakat masih fokus membantu pengurangan resiko penularan Coronavirus Disease atau Covid-19.
Rencana awal penyelenggaraan Pilkades digelar pada Juni lalu namun ditunda karena adanya pandemi Covid. Usulan pilkades pada September sempat menguat namun kembali diundur karena dihadapkan dengan pilkada sehingga dikhawatirkan penyelenggaraan pilkades tidak kondusif.
“Dalam kondisi Covid-19 ini fokusnya pilkada dulu. Nanti setelah pilkada baru pilurdes,” kata Suharsono, disela-sela mengunjungi Sekolah Lapangan Mina Tegalijo, Sumberan, Ngestiharjo, Kaishan, Bantul, Sabtu (5/7/2020).
BACA JUGA : PILKADES SLEMAN: ORI DIY Bakal Panggil Pemkab
Suharsono mengatakan waktu penyelenggaraan pilkades setelah pilkada paling tepat karena fokus pada hajatan pilkada lima tahunan sudah usai sehingga pilkades tidak diwarnai dengan politik pilkada. Kendati demikian, pihaknya juga memastikan pilkades harus tetap digelar tahun ini.
Maka penyelenggaraan pilkades dimungkinkan di 10 hari terakhir Desember. Dalam rapat terakhir, kata dia, pilkades serentak yang sudah dijadwalkan tidak bisa digelar tahun depan karena akan mengubah pola pilkades serentak dua tahunan yang sudah terjadwal. Selain itu juga sudah dianggarkan.
“Kalau misal ditunda sampai Maret 2021 tidak bisa, bisanya Maret 2022 karena terkait anggarannya,” ujar Suharsono.
Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa, Sekretariat Daerah (Setda) Bantul, Kurniantoro, sebelumnya menyatakan penentuan tanggal pilkades serentak diputsukan oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dengan berbagai pertimbangan. Ia tidak bisa menyampaikan perkembangannya. Pihaknya hanya bisa mempersiapkan teknis penyelenggaraan pilkades setelah ada tanggalnya nanti.
BACA JUGA : Pilkades Serentak Bantul Akhirnya Ditunda
Pilkades serentak tahun ini akan diikuti 24 desa di 13 kecamatan. Ke-24 desa tersebut adalah Desa Tamanan dan Jambidan di Banguntapan; Karangtengah, Karangtalun, dan Imogiri (Imogiri); Muntuk (Dlingo); Donotirto dan Tirtohargo (Kretek); Bangunjiwo dan Tirtonirmolo (Kasihan); Canden (Jetis); Wonokromo, Pleret, Segoroyoso, Bawuran (Pleret); Triwidadi dan Sendangsari (Pajangan); Caturharjo (Pandak) Gadingharjo dan Srigading (Sanden); Srimulyo (Piyungan); Argodadi (Sedayu); Pendowoharjo dan Timbulharjo (Sewon), serta Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Libur sekolah dan cuaca panas meningkatkan beban mesin. Pastikan oli mobil dalam kondisi prima untuk mencegah overheat saat perjalanan.
Remaja Karanganyar yang sempat diduga hilang di Sungai Bengawan Solo ditemukan selamat di Yogyakarta usai sengaja meninggalkan HP dan sandal.
Bayer, perusahaan life science global yang bergerak di bidang kesehatan dan pertanian, meluncurkan Camalus, insektisida generasi terbaru untuk petani
Gudang proyek calon KDMP di Mulo, Wonosari dibobol maling. Peralatan senilai Rp17,5 juta raib, polisi masih menyelidiki pelaku.
Pelajari cara menghitung PPh 21 dengan Tarif Efektif Rata-rata (TER), kategori tarif, contoh perhitungan, dan perbedaannya dengan sistem lama.