Jalan ke Gua Pindul Gunungkidul Rusak Parah, Wisatawan Terancam Kabur
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Ilustrasi PPDB./JIBI
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020-2021 sudah selesai beberapa waktu lalu. Meski demikian, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul masih mengizinkan sekolah yang kekurangan siswa untuk membuka pendaftaran.
Kepala Disdikpora Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan kegiatan belajar mengajar tahun ajaran baru dimulai Senin (13/7). Namun hingga sekarang masih ada sekolah yang kekurangan murid. “Kekurangan terjadi di tingkat SD dan SMP,” kata Bahron, Jumat (10/7/2020).
Ia mencatat ada 13 SMP di Gunungkidul yang kekurangan murid. Meski PPDB telah ditutup, sekolah yang kekurangan murid masih diperbolehkan menerima siswa baru. “Kalau masih ada yang mendaftar maka boleh diterima,” ujarnya.
Bahron mengatakan adanya sekolah yang kekurangan siswa sudah diprediksi sejak awal. Hal ini terjadi karena kuota penerimaan lebih banyak ketimbang jumlah lulusan siswa. “Jadi wajar kalau ada yang kekurangan karena daya tampungnya lebih banyak. Yang jelas, kekurangan itu tidak mengganggu pelaksanaan pembelajaran di tahun ajaran baru,” katanya.
Untuk tahun ajaran baru, Disdikpora Gunungkidul tetap menjalankan kebijakan belajar di rumah sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur DIY. “Kami ikuti aturan dari Pemda DIY,” katanya.
Menurut dia, sebelum ada kebijakan terbaru jajarannya menyiapkan tiga opsi pelaksanaan pembelajaran. Selain melanjutkan kebijakan belajar di rumah, dua opsi lain yakni kegiatan belajar di sekolah dan pelaksanaan dilakukan dengan siswa masuk secara bergantian.
Kepala SMP Negeri 1 Saptosari, Yanto, mengatakan di sekolahnya penerimaan siswa baru tidak ada masalah. Kuota yang tersedia sebanyak 160 kursi, sedangkan yang mendaftar ada 272 siswa, sehingga ada puluhan pendaftar yang terpaksa tidak diterima. “Untuk seleksi kami sesuaikan dengan aturan yang ada,” katanya.
Saat ini SMP Negeri 1 Saptosari menyiapkan kegiatan masa pengenalan sekolah bagi siswa baru. Rencananya program ini dilaksanakan mulai Senin sesuai dengan dimulainya tahun ajaran baru. “Sesuai edaran dari Disdikpora, pengenalan sekolah dilakukan secara daring,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
Daftar mobil mesin di bawah 1.400 cc yang irit BBM dan pajak ringan cocok untuk keluarga muda dan pemakaian harian.
Spotify luncurkan Studio, aplikasi AI desktop yang bikin podcast & briefing personal dari kalender, email, dan catatanmu. Pesaing Google NotebookLM.
PAD wisata Gunungkidul tembus Rp26 miliar hingga Mei 2026. DPRD meminta target pendapatan daerah dinaikkan saat APBD Perubahan.
Kehadiran BNI dalam acara ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan layanan perbankan digital yang mudah diakses sekaligus relevan.
Refleksi 20 tahun gempa Bantul, Bupati Abdul Halim Muslih dorong penambahan sistem peringatan dini dan inovasi mitigasi bencana untuk masa depan lebih tangguh.