Kalah Dalam Pilur Ngoro-Oro, Sukasto Legawa dan Terima Hasil
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Aktivitas bongkar muat di kawasan Pelabuhan Sadeng, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, Krisna Berlian, mengatakan potensi perikanan belum tergarap dengan baik. Salah satu faktornya karena peralatan yang digunakan masih tradisional sehingga hasilnya belum maksimal. “Tidak hanya perikanan tangkap, perikanan budi daya juga belum optimal,” kata Krisna kepada wartawan, Jumat (17/7/2020).
Menurut dia, Gunungkidul memiliki potensi perikanan yang besar, baik dari laut maupun perikanan darat. Hanya saja, karena keterbatasan sarana dan prasarana, potensi yang ada belum tergarap secara maksimal.
Krisna mencontohkan untuk alat tangkap yang digunakan nelayan masih tradisional sehingga berpengaruh terhadap hasil yang diperoleh. DKP Gunungkidul berkomitmen untuk membantu dengan memberikan pendampingan kepada kelompok nelayan maupun pembudidaya perikanan darat. Salah satu upaya yang dilaksanakan dengan program bina pengolahan ikan.
Pendampingan ini bertujuan untuk mengolah dari barang mentah menjadi konsumsi sehingga ada peningkatan hasil melalui peningkatan nilai penjualan. “Kami terus mendorong dengan memberikan pelatihan. Hal yang sama juga berlaku untuk program penangkapan,” katanya.
Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, mengatakan sektor kelautan dan perikanan masih memiliki ceruk pasar yang belum digarap sehingga menjadi potensi yang dapat dimanfaatkan. Ia menyakini apabila potensi itu dapat dimaksimalkan maka bisa menjadi pengungkit untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Pemkab juga harus berpartisipasi. Salah satunya dengan memberikan pendampingan secara berkelanjutan,” katanya.
Dia tidak menampik budi daya perikanan darat maupun penangkapan hasil laut memiliki potensi yang sama bagusnya. Heri mempersilakan apabila ada investor yang mau menggarap sektor ini dengan catatan dapat memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Kalau ada investor, kenapa tidak karena keberadaanya bisa mempercepat laju perekonomian,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sukasto kalah dalam Pilur Ngoro-Oro Patuk dengan 855 suara, sementara Paryoto meraih 1.399 suara. Ia mengaku legawa menerima hasil.
Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih mulai beroperasi 1 Oktober 2026 dan akan dievaluasi pemerintah pada 7 Oktober.
UGM menilai wacana kuliah gratis perlu memprioritaskan warga kurang mampu dan memperluas akses pendidikan tinggi.
Kemarau panjang di Cangkringan membuat dua sekolah kekurangan air dan memicu tiga kebakaran sejak Juni 2026.
Dinsos Kulonprogo mengingatkan penerima bansos wajib mendaftar Perlinsos karena aplikasi ini akan menjadi basis data penyaluran bantuan mulai 2027.
Muhammad Qodari membantah sejumlah tudingan terhadap Bakom, termasuk isu Timothy Ivan, rekrutmen PAN, dan anggaran media Rp60 miliar.