Cetak Banyak Gol di MLSC Jogja, Khayla Ingin Tembus Timnas Indonesia
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Ilustrasi-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk terus menekan kasus persebaran Covid-19, Pemkab Sleman berencana melakukan uji swab secara massal. Targetnya, dalam sepekan 1.000 orang akan diuji swab.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengatakan uji swab tersebut dilakukan untuk mengetahui kondisi penyebaran Covid-19 di Sleman. Tes swab massal tersebut dilakukan juga sesuai dengan anjuran ahli epidemiologi agar Pemkab lebih memperbanyak melakukan uji swab dibandingkan rapid test. "Kalau kami mengetahui hasilnya [uji swab], maka arah kebijakan bisa lebih jelas," kata Sri, Kamis (23/7/2020).
Pemkab, katanya, akan menyasar sejumlah titik untuk uji swab massal ini. Selain para tenaga kesehatan, uji swab juga difokuskan ke sejumlah pesantren. Alasannya, saat ini santri-santri di sejumlah pesantren baru berdatangan. "Mereka berasal dari berbagai daerah. Nah untuk memberikan rasa aman, harus dipastikan dulu keamanan santri, ustad dan kyai agar tidak terjadi transmisi lokal dan proses belajar di Pesantren aman," kata Sri.
Sebenarnya, lanjut Sri, sejumlah pesantren sudah menerapkan protokol kesehatan. Misalnya di Pesantren Pandanaran, Sleman, santri yang datang dicek kesehatannya sebelum memasuki asrama. Sementara para pengantar, tidak diperkenankan masuk area pesantren. "Itu di Pesantren Pandanaran. Tapi ada juga pesantren yang masih belum siap menerapkan protokol kesehatan sehingga belum menerima santri," ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo menjelaskan sasaran swab tingkat paling atas adalah para tenaga medis. Urutan kedua adalah lembaga pendidikan yang memiliki asrama. Seperti pesantren ataupun seminari. "Ketiga tempat berkerumun, bisa pasar, mall, supermarket dan lokasi lainnya yang akan disasar," katanya.
Untuk uji swab nakes, sebelumnya meskipun sebagian sudah dilakukan. Namun sebagian lainnya akan menjalani uji swab. Pekan depan, Dinkes berencana untuk melakukan uji swab untuk pesantren. "Target sehari 100 swab atau seminggu 1000 swab. Selama lima minggu atau 5000 swab yang kami targetkan," katanya.
Disinggung soal besaran anggaran terkait gerakan uji swab ini, Joko menjelaskan jika swab dalam rangka program (skrining dan tracing) ditanggung pemerintah. "Kalau atas permintaan sendiri baru berbayar, variasinya masih sangat lebar antara satu lab dengan lab lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.