Buntut Serangan Ransomware, Jokowi Minta BPKP Audit Tata Kelola Pusat Data Nasional
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya enam pesepeda meninggal mendadak di DIY dalam dua bulan terakhir karena kelelahan dan sakit. Insiden ini menjadi perhatian komunitas pesepeda. Ketua Komunitas Jagowes, Wisnu Wardana, meminta pegowes untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh sebelum menerima tantangan dan rute gowes.
"Yang saya lihat ada beberapa kondisi pesepeda itu gengsi. Bareng-bareng sepedaan, temannya kuat, dia merasa enggak kuat, tapi dipaksakan karena malu. Itu malah fatal kalau semacam itu," kata Wisnu, Minggu (26/7/2020).
BACA JUGA: Bersepeda Bersama Keluarganya, Bocah 9 Tahun Tewas Tersambar Kendaraan
Menurutnya, setiap pesepeda, baik muda maupun paruh baya, punya maupun tidak punya penyakit bawaan, harus sadar kemampuan diri sendiri ketika dihadapkan pada rute dan tantangan tertentu.
BACA JUGA: Lemah Jantung, Pegowes Mlati Meninggal Saat Menunggu Temannya di Pinggir Selokan Mataram
"Misal ada tanjakan, dia harus sadar bahwa tanjakan itu akan ditempuh dengan menanjak sepanjang apa. Kalau enggak kuat, pilih istirahat dulu dan berhenti. Kalau sudah pulih, jalan lagi. Itu mengurangi risiko. Intinya jangan gengsi. Ketika satu rombongan, merasa lebih senior tapi ternyata enggak kuat, ya jangan dipaksakan," terang Wisnu.
BACA JUGA: 2 Bulan, 6 Pesepada di DIY Meninggal Mendadak karena Kelelahan & Sakit
Bagi pesepeda dengan komorbid, ia rasa tak masalah untuk bersepeda. Selama rute yang ditempuh datar dan tidak terlalu berat. "Ada kondisi bagi tang punya penyakit jantung, dengan olahraga malah bisa melatih jantungnya, tapi jangan dipaksakan," tambahnya.
BACA JUGA: Jokowi Arahkan Adik Iparnya Mundur dari Pilkada Gunungkidul
Ia juga tak mempermasalahkan pesepeda dengan usia paruh baya. Sebab, ia juga mengetahui salah satu komunitas sepeda di Jogja bernama Sepuhan yang beranggotakan pesepeda dengan usia di atas 60 tahun sering bersepeda dengan rute Jogja-Congot di Kulonprogo.
"Paruh baya atau masih muda itu enggak masalah, asal tau kondisinya sendiri. Ketika sudah lelah mending berhenti, jangan dipaksakan. Ketika ada persimpangan, nunggu di situ. Atau ada pos-pos tertentu, misal warung untuk berhenti," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Presiden Jokowi meminta BPKP untuk melakukan audit tata kelola dan finansial pusat data nasional.
Imigrasi Yogyakarta gagalkan 3 calon haji non-prosedural di Bandara YIA. Total 6 orang dicegah, modus jalur ilegal terendus sistem.
Anggaran infrastruktur Kulonprogo 2026 naik signifikan. Jalan, pasar, sekolah hingga padat karya ikut meningkat.
Angin kencang di Klaten robohkan tower seluler dan ganggu listrik. Puluhan rumah rusak, BPBD pastikan tak ada korban jiwa.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.