Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Puncak peringatan Hari Anak Nasional 2020 di Kantor DP3AP2 DIY, Kecamatan Jetis, Senin (27/7/2020).-Harian Jogja/Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Anak merupakan aset bangsa yang akan menentukan masa depan Indonesia. Untuk memastikan generasi penerus ini dapat berkembang dengan maksimal, pembangunan identitas dan karakter manjadi hal utama yang harus diprioritaskan.
Dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020, pembangunan identitas dan karakter ini dimasukkan sebagai tema di tingkat DIY, yakni Adhirajasa Bhakti Nagari, yang berarti membangun identitas dan karakter anak yang tangguh, peduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, patuh terhadap kewajiban, berekspresi kreatif dalam berbangsa dan bertanah air Indonesia.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY Tri Mulyono menambahkan untuk memastikan anak dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal, dibutuhkan kepedulian dari semua komponen masyarakat.
Pada tingkat nasional, tema Hari Anak Nasional 2020 yakni Anak Terlindungi, Inodonesia Maju dengan tagline Anak Indonesia Gembira di Rumah. Tema dan tagline ini sebagai respon atas kondisi Covid-19. “Tidak banyak yang dilakukan pada peringatan tahun ini karena Covid-19,” ujarnya dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional 2020 secara virtual di Kantor DP3AP2 DIY, Senin (27/7/2020).
Serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan Hari Anak Nasional 2020, di antaranya pemberian bantuan kepada 300 anak se-DIY pada 11 Juli, temuwicara dengan tema Perlindungan Anak di Masa Pandemi Covid-19 pada 20 Juli, pembagian masker pada peserta Hari Anak Nasional 2020 baik di tingkat pusat maupun daerah pada 21 Juli.
Kemudian ada pemutaran video animasi berjudul Gadis Berdaya untuk mengingatkan remaja perempuan adalah gadis berdaya dan perlu memahami kesehatan reproduksi. Lalu pada 25 Juli ada kampanye Hari Anak Nasional dengan pembagian bunga dan masker di Jakarta.
Puncak Peringatan Hari Anak Nasional 2020 di DIY digelar secara virtual dengan diisi sejumlah penampilan kesenian dari anak-anak, di antaranya paduan suara dari SMP Stella Duce 2, mendongeng oleh juara mendongeng DIY 2020 dan tarian Garuda Yaksa oleh Sanggar Seni Anjawani.
Dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, Gubernur DIY Sri Sultan HB X menyampaikan di era Revolusi Industri 4.0 ini, anak harus unggul, religius, terbuka pada kemajuan, kreatif, mandiri, peduli lingkungan dan memiliki semangat kebangsaan.
Tahun ini DIY mendapatkan penghargaan sebagai Provinsi Penggerak Kabupaten dan Kota Layak Anak dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). “Terima kasih kepada semua pihak yang berkontribusi. Forum Anak DIY diharapkan dapat berperan aktif menjadi pelopor dan pelapor,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.