Kemenhut Pastikan Penanganan Kebakaran TNBTS Berjalan Terpadu
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, BANTUL--Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Bantul telah membentuk tim pengawasan kesehatan dan kelayakan hewan kurban dengan jumlah personel sebanyak 200 orang. Jumlah tersebut terlalu sedikit dibanding jumlah titik pemotongan yang akan diawasi pada hari H Iduladha hingga tiga hari setelahnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, DPPKP Bantul, Joko Waluyo mengatakan 200 orang yang masuk dalam tim pengawasan hewan kurban itu terdiri dari tenaga medis dan paramedis dari kedokteran hewan dan penyuluh. Jumlah tersebut juga beberapa di antaranya masuk dalam tim pemantauan hewan sebelum Iduladha di sejumlah peternak dan pedagang.
BACA JUGA : Penyembelihan Hewan Kurban di Jogja Harus Ajukan Izin
Joko mengaku jumlah petugas pengawasan kesehatan hewan kurban di Bantul memang terbatas. Sebab sudah lama di intansinya tidak ada penambahan CPNS dari medis dan patamedis kesehatan hewan. Bantuan tenaga media dari pusat juga sudah ditiadakan.
Biasanya untuk setiap Iduladha ada relawan pengawas kesehatan hewan dari perguruan tinggi, "Tapi karena pandemi tahun ini tidak ada [relawan yang masuk dalam tim pengawas kesehatan hewan kurban]," kata Joko, saat dihububungi Selasa (28/7/2020).
Saat ini pihaknya hanya memaksimalkan petugas yang ada. Khusus pada hari H Iduladha, kata Joko, tim pengawas kesehatan hewan masing-masing akan mengawasi maksimal 10 titik tempat pemotongan dari yang seharusnya lima sampai enam titik pemotongan hewan. "Idealnya petugas pengawas itu 300 orang dan masing-masing mengawasi lima hingga enam titik," kata Joko.
Meski terbatas, Joko memastikan proses pemeriksaan hewan kurban di titik pemotongan dilakukan dengan ketat mulai dari sisi penyakit hewan dan kelayakan daging kurban. Selain itu petugas pengawasan saat ini juga mendapat tugas tambahan, yakni memastikan protokol kesehatan tetap dilaksanakan di semua titik penotongan untuk menghindari penularan Covid.
BACA JUGA : Baru Dilaporkan 2.500 Ekor, Jumlah Hewan Kurban
Selain itu semua petugas pengawasan hewan juga dibekali dengan alat pelindung diri (APD). Lebih lanjut Joko mengatakan belum bisa mendata jumlah hewan kurban yang akan dipotong dalam Iduladha nanti karena data dari panitia kurban dan takmir masjid belum masuk semua. Data sementara yang masuk sampai H-3 Iduladha ini baru 600 titik pemotongm dengan jumlah sapi sekutat 1.500 ekor, kambing dan domba 2.500 ekor.
Menurut dia jumlah hewan kurban masih akan bertambah karena berdasarkan pengalaman Iduladha tahun lalu terdapat sekutar 2.000 titik pemotongan dengan jumlah hewan kurban yang dipotong lebih dari 20.000 ekor. "Walaupun ada penurunan tapi tidak banyak, paling hanya 10-15 persen," kata Joko.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Untuk pemadaman sekarang, ada tiga helikopter yang sudah beroperasi untuk pemadaman titik api, terutama di kelerengan yang tidak bisa dijangkau oleh pasukan,"
ADAS makin umum di mobil baru. Kenali 6 alasan fitur keselamatan aktif ini penting serta batasannya agar pengemudi tetap waspada.
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Penjualan mobil listrik RI naik 99,4% hingga Agustus 2026. Simak 20 model terlaris, Jaecoo J5 memimpin di atas BYD Atto 1.
Harga emas Pegadaian hari ini, Rabu 16 September 2026, untuk Antam, UBS dan Galeri 24 lengkap dengan harga buyback.
DPRD Kulonprogo mendorong Pemkab memaksimalkan potensi jasa katering untuk maskapai dan karyawan YIA guna meningkatkan pendapatan daerah.