15+ Event Jogja Juli 2026, Ini Jadwal Lengkap dan Lokasinya
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN- Pasien positif Covid-19 di Sleman dalam sehari Jumat (31/7/2020) bertambah 28 kasus. Lonjakan pasien positif Covid-19 tersebut membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman mengeluarkan kebijakan baru.
Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo tidak bisa menutupi kekagetannya dengan bertambahnya jumlah pasien Covid-19 di Sleman. Dia mengatakan lonjakan kasus tersebut menunjukkan realitas di mana virus Covid-19 sudah berada di mana-mana. "Memang mencengangkan tambahan kasus positif hari ini. Sebagian besar tracing kasus positif di Moyudan, Seyegan, Gamping, Depok dan Ngaglik," kata Joko saat dihubungi Harianjogja.com, Jumat (31/7/2020).
Dia meminta agar masyarakat mulai saat ini harus terbiasa dengan lonjakan kasus Covid-19 yang ditemukan. Hal itu dikarenakan temuan kasus baru merupakan konsekuensi dari gencarnya kegiatan tracing maupun skrining yang dilakukan Dinkes. "Iya, ini konsekuensi dari tracing dan skrining yang kami lakukan," kata Joko.
BACA JUGA: Hasil Rapid Test Negatif, Pegawai Pemkot Jogja Ternyata Positif Corona
Meskipun begitu, Joko tetap mengaku khawatir dengan lonjakan kasus baru Covid-19. Oleh karenanya, Dinkes saat ini melakukan penguatan kebijakan di rumah sakit agar siap menampung lonjakan pasien Covid-19.
"Sudah sangat mengkhawatirkan sehingga per 1 Agustus kami berlakukan ketentuan di pedoman Kemkes revisi 5 (KMK no 413), antara lain kasus positif asimtomatis dan gejala ringan tidak harus dirawat di rumah sakit," katanya.
Kebijakan tersebut diambil agar rumah sakit rujukan mampu menangani secara optimal pasien-pasien baru Covid-19. Pasien gejala ringan, kata Joko, cukup melakukan isolasi mandiri. "Ini salah satu cara yang kami lakukan untuk penguatan di rumah sakit," kata Joko.
Dijelaskan Joko, potensi penambahan kasus Covid-19 baru di Sleman masih bisa terjadi. Hal itu menjadi konsekuensi dari pelonggaran aturan di wilayah PSBB. Dia menyontohkan kasus-kasus yang muncul di Sleman lebih banyak terjadi dari pelaku perjalanan dari area terdampak (PPAT).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Deretan event seru di Jogja Juli 2026, mulai dari Kite Festival, Gamelan Festival, konser musik hingga festival literasi. Catat jadwal dan lokasinya di sini!
China mengonfirmasi sejumlah warganya luka akibat gempa M7,7 NTT. Pemerintah China mengaktifkan bantuan konsuler bagi korban terdampak.
Myanmar mengakui 308.975 pengungsi Rohingya di Bangladesh sebagai mantan penduduk Rakhine dan siap menerima mereka saat kondisi aman.
BNPB mencatat 54 orang meninggal akibat gempa M7,7 di Flores, NTT. Pendataan kerusakan dan korban luka masih terus dilakukan.
Kopdes Merah Putih ditargetkan mulai beroperasi bertahap pada September 2026. Jumlahnya berpotensi melampaui 10.000 unit.
Kombes Pol. Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dipercaya menjadi Komandan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka.