OPINI: Bayi yang Tidak Diinginkan: Ujian Etika dan Kemanusiaan Kita
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Foto Ilustrasi. /Ist-Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN--Kasus kekerasan menimpa seorang balita malang di Sleman hingga meninggal dunia.
Polres Sleman menetapkan JRT sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap balita berusia 4,5 tahun hingga korban meregang nyawa. Tersangka mengaku jengkel korban sering ngompol dan buang air sembarangan.
Saat ini, pelaku yang merupakan pacar dari ibu balita tersebut ditahan di Mapolda Sleman untuk penyidikan lebih lanjur.
Kasatreskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah mengatakan, penganiayaan terhadap balita tersebut/ dilakukan tersangka di rumah kontrakan wilayah Sendangagung, Kecamatan Minggir, Sleman.
BACA JUGA: Tragis, Pemancing di Wediombo Hilang Tergulung Ombak Disaksikan Keluarga
“Dari keterangan tersangka JRT ini, motif penganiayaan dilakukan karena tersangka merasa jengkel dan marah dengan korban yang sering ngompol dan buang air sembarangan,” kata Deni, Selasa (11/8/2020).
Deni mengatakan, penganiayaan dilakukan tersangka JRT dengan cara dipukul menggunakan tangan kosong. “Kita masih menunggu hasil autopsi rumah sakit terkait penyebab luka-luka yang ditemukan di tubuh balita tersebut,” katanya.
Kasus penganiayaan terhadap balita berusia 4,5 tahun yang merupakan anak dari kekasih tersangka terungkap setelah ayah kandung korban curiga dengan kondisi jasad anaknya yang penuh luka.
Artikel ini telah tayang di iNews.id berjudul "Balita di Sleman Tewas Dianiaya Pacar Ibu, Polisi: Pelaku Kesal Korban Ngompol"
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : iNews.id
Seorang bayi tidak pernah memilih untuk dilahirkan. Ia tidak bersalah atas kondisi yang melatarbelakangi kehamilan.
Pencegahan stunting tidak hanya difokuskan pada anak, karena ibu juga harus mendapat perhatian.
PAD wisata Bantul baru Rp8,4 miliar hingga Mei 2026, turun dari tahun lalu. Faktor ekonomi dan kunjungan jadi penyebab.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Wali Kota Jogja Hasto dorong kampung wisata jadi ruang belajar. Turis asing diusulkan ikut mengajar anak-anak.
Jadwal KRL Solo–Jogja Jumat 22 Mei 2026 kembali normal. Cek jam keberangkatan lengkap dari Palur hingga Tugu Jogja.