Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Mardiyanto, warga Nogotirto, Gamping-Ist
Harianjogja.com, SLEMAN--Mardiyanto, warga Nogotirto, Gamping, mendatangi Kantor BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Senin (10/8/2020). Dia tidak sendiri. Nurhayati, istrinya juga diajak serta. Sejumlah berkas digenggam erat di tangannya. "Ini masih antri, mau daftar BPJS Kesehatan tapi masih nunggu panggilan," kata Murdiyanto kepada Harianjogja.com.
Mardiyanto sebenarnya bukan perserta baru. Sebelum diputus kontrak dari perusahaan tempatnya bekerja beberapa tahun lalu, ia menjadi peserta BPJS Kesehatan. Hanya saja setelah putus kontrak, status kepesertaannya pun tak diperpanjang.
Tiga dari empat anaknya sudah menikah. Mereka pecah KK (kartu keluarga) dan mendaftar jadi peserta BPJS sendiri-sendiri. "Saya, istri dan satu anak lagi yang belum menikah Hafidz Nafisa, saya daftarkan kelas tiga yang mandiri," ujar Mardiyanto.
Dia mengaku punya cerita baik dengan BPJS Kesehatan. Waktu itu ia masih bekerja dan iuran ditanggung oleh perusahaan. Saat istrinya Nurhayati akan melahirkan putra bungsunya, dokter menyarankan untuk dilakukan tindakan medis. Operasi caesar.
"Sempat bingung juga waktu itu. Awalnya kami berharap kelahiran normal saja seperti sebelumnya. Tapi ini harus operasi caesar karena sudah pecah ketuban, belum ada tanda-tanda keluar," ceritanya.
Diapun menyetujui saran dokter dengan jaminan BPJS Kesehatan. Proses persalinan dengan caesar pun dijalankan. Anaknya pun lahir dengan selamat. Yang membuat Mardiyanto tidak percaya, tak sepeser rupiah pun dia keluarkan selama proses perawatan dan persalinan istrinya. Padahal, katanya, untuk operasi caesar normalnya biayanya sekitar Rp13 juta.
"Pakai BPJS benar-benar tidak ada biaya, nol rupiah. Saya beruntung waktu itu ada BPJS. Karena saya merasakan manfaatnya, maka saya bersama istri dan anak bungsu saya mendaftarkan diri. Untuk jaga-jaga," katanya.
Tidak hanya persalinan, dia mengaku juga memanfaatkan layanan pembelian kacamata. Meskipun beberapa persen biaya ditanggung, namun hal itu dinilai masih sangat membantu. "Ya kami berharap layanan BPJS Kesehatan terus maju untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Kementan menargetkan tambahan 600.000 sapi perah hingga 2029 untuk memperkuat produksi susu lokal dan menekan ketergantungan impor.
Partai Gema Bangsa bersilaturahmi ke PP Muhammadiyah di Jogja membahas desentralisasi politik dan target Pemilu 2029.
Dugaan politik uang muncul di Pilur Panggungharjo. Calon lurah melapor, sementara panitia mengingatkan fakta integritas dan mekanisme penanganan.
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
IKI September 2026 berada di level 51,93 atau turun 0,37 poin. Industri masih ekspansi, tetapi biaya logistik dan BBM menekan laju.