PDIP Sleman Gelar Sarasehan Kudatuli di Minggir, Perkuat Konsolidasi
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
Bangsal Nakula Sadewa RS Mata Dr YAP yang didesain seperti rumah tinggal. /Ist-Dr Yap.
Harianjogja.com, JOGJA—Rumah Sakit Mata Dr YAP secara resmi mengoperasikan bangsa Nakula Sadewa pada Selasa (25/8/2020). Uniknya fasilitas bangsal ini dikonsep seperti homestay atau rumah tinggal dengan tujuan untuk memberikan kenyamanan bagi pasien.
Ketua Umum Yayasan Dr Yap Prawirohusodo GBPH Prabukusumo menjelaskan pembukaan bangsal baru tersebut merupakan hasil renovasi dari bangunan lama. Namun dikonsep berbeda dengan memberikan fasilitas bangsal seperti rumah sebagai tempat tinggal. Tujuannya agar pasien tidak merasakan seperti berada di rumah sakit selama menjalani perawatan.
BACA JUGA : Rumah Sakit Ini Disiapkan Hadapi Lonjakan Pasien Covid-19
“Memang sengaja kami setting seperti rumah supaya pasien tidak merasa seperti di rumah sakit, yang jaga pun demikian disediakan tempat memanjang agar bisa tiduran saat menunggu. Agar lebih nyaman. Tarifnya bervariasi, kalau pasien keberatan bisa mengajukan permohonan akan kami bantu semampu kami,” katanya Selasa (25/8/2020).
Plt Direktur Utama RS Mata Dr Yap Alida Lienawati menambahkan, bangsal rawat inap dengan konsep seperti rumah tinggal tersebut tersedia sebanyak 45 bed. Terbagi dalam beberapa kelas antara lain kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan VIP. Selain itu ada ruang VVIP dan suite room masing-masing satu ruangan.
“Inovasi bangsal seperti rumah tinggal ini untuk memberikan rasa nyaman bagi pasien. Kami berupaya meningkatkan layanan kepada pasien umum maupun BPJS,” katanya.
BACA JUGA : Desain Rumah Sakit harus Sejalan Perkembangan Teknologi
Kepala Dinas Kesehatan DIY Pembajun Setyaningastutie mengapresiasi inovasi yang dilakukan RS Mata Dr YAP dengan pembukaan bangsal berkonsep rumah tersebut. Ia berharap kerja sama dengan BPJS terus dilaksanakan dengan saling menghormati hak dan kewajiban masing-masing.
“Bahwa kita [DIY] ini luar bisa [besarnya] dengan penyakit katastropiknya [penyakit berbiaya tinggi], salah satu dampak penyakit katastropik adalah kasus berkaitan dengan kesehatan mata. Kami mengapresiasi atas inovasi ini, kami berharap pelayanan yang diberikan dapat terus meningkat baik secara kuantitas dan kualitas,” katanya.
Pembajun mengingatkan di masa pandemi ini agar rumah sakit tetap melindungi hak tenaga kesehatan. Mengingat kondisi di masyarakat saat ini banyak orang tanpa gejala (OTG) atau asimptomatik, sehingga harus membuat semua pihak menjaga diri. “Karena belakangan ini DIY cukup banyak nakes yang positif Covid-19,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI My Esti Wijayati mendukung Sekolah Rakyat Kulonprogo, namun meminta pemerintah mematangkan perencanaan dan evaluasi pelaksanaannya.
Dino Patti Djalal meminta perubahan iklim menjadi prioritas utama dunia dan mendorong Indonesia mempercepat target 100 GW energi surya.
Indonesia mengirim 432 atlet untuk bertanding pada 35 cabang olahraga di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang berlangsung di Jepang.
OpenAI menyelidiki dugaan agen AI yang lolos pengawasan internal. Kasus serupa di Anthropic memicu desakan regulasi keamanan AI yang lebih ketat.
Maestro seni lukis Nasirun wafat di Bantul. Sahabat mengenang hari-hari terakhir, sosoknya yang rendah hati, dan tawa yang tak pernah hilang.