Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Salah satu bekas bangunan di ruas sisi selatan Jalan Kerto, Umbulharjo, Kota Jogja yang mulai dibangun untuk akses jalan. Foto diambil, Kamis (27/8/2020). /Harian Jogja-Sunartono.
Harianjogja.com, UMBULHARJO—Pemerintah Kota Jogja akan memfungsikan ruas sisi timur Jalan Kerto Muja Muju Umbulharjo sebagai jalan raya yang menghubungkan antara Jalan Kenari dengan Jalan Kusumangera. Normalisasi ini dilakukan untuk mengurangi antrean yang terjadi di persimpangan Jalan Kusumanegara.
Ruas sisi timur Jalan Kerto selama ini hanya digunakan untuk jalur pesepeda dan pejalan kaki dan belum dilakukan pengaspalan. Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Jogja Umi Akhsanti menyatakan proyek normalisasi Jalan Kerto tahun ini pengaspalannya hanya sampai pada bekas bangunan yang dibongkar. Hal itu sesuai dengan rencana sebelumnya yang disebutkan Umi dengan anggaran sekitar Rp200 juta.
BACA JUGA : Akibat Pandemi Corona, Perbaikan Jalan Gito-Gati Ditunda
“Proses pengerjaan proyek di Jalan Kerto dilakukan di area seluas 140 meter persegi. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan pembongkaran trotoar dan aspal dikerjakan kurang lebih 60 hari,” terangnya.
Rencananya jalan tersebut akan difungsikan kembali di mana sebelumnya merupakan bekas bangunan diaspal. Selain itu ruas sisi timur yang selama ini digunakan untuk pejalan kaki akan dibongkar untuk dilakukan pengerasan sehingga kelak ruas Timur Jalan Kerto bisa tembus ke Jalan Kusumanegara dengan ruas yang lebih lebar.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Jogja, Windarto mengatakan pihaknya masih belum mengetahui secara penuh proses pengerjaan Jalan Kerto. Sehingga pihaknya belum membuat secara detail manajemen lalu lintasnya.
"Nanti kalau misalnya total, termasuk pemenuhan trotoar disana kami canangkan untuk menjadi dua jalur," jelasnya.
Pembagian jalur tersebut dengan memisahkan ruas jalan khusus untuk pengendara dari arah timur-barat dan barat-timur."Yang sekarang yang perlu dibenahi cepat supaya kelihatan jalan yang bekas bangunan itu," ujarnya.
BACA JUGA : Lahan yang Tergusur Perubahan Desain Tol Jogja-Solo
Jika perbaikan jalan hanya sepanjang bekas bangunan maka menurutnya akan membuat orang yang lewat tidak nyaman. "Di sana masih paving [cor blok]," tambahnya.
Sehingga manajemen lalu lintas baru akan dilakukan bila sudah dilakukan pengaspalan total dan pembangunan trotoar. "Kalau enggak ada trotoar bagian timur langsung jalan, langsung perumahan, kalau itu nanti jadi bahaya sekali kalau anak-anak lewat," imbuhnya.
Ruas sisi timur Jalan Kerto tersebut akan digunakan untuk pengendara yang mengarah ke selatan sementara ruas barat untuk pengendara ke arah utara. "Itu sebagai jalan bantu untuk mengurangi antrean yang ada di simpang Kusumanegara," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Timnas Kongo batalkan TC di Kinshasa jelang Piala Dunia 2026 akibat wabah virus Ebola jenis Bundibugyo. Skuad Desabre langsung dialihkan ke Eropa.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Tiga proyektor SD Negeri 1 Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul hilang dicuri. Polisi masih selidiki kasus dengan kerugian mencapai Rp10 juta.
petugas mengamankan seorang pria berinisial MAR, warga Magelang, yang diduga berperan sebagai pengedar narkotika.
Niat mulia masyarakat untuk mengangkat anak perlu dibarengi dengan pemahaman terhadap prosedur dan ketentuan yang berlaku agar hak-hak anak tetap terlindungi se