Kekeringan Landa 17 Kapanewon di Gunungkidul, 14 Juta Liter Air Bersih Disalurkan
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Ilustrasi imunisasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Dinas Kesehatan Gunungkidul berkomitmen untuk menyukseskan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang dilaksanakan mulai bulan ini. Adapun sasaran imunisasi menyasar anak sekolah dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, program BIAS merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti anak sekolah dari mulai SD hingga tingkat lanjutan pertama.
Baca juga: Ada Bukti Baru, Seseorang Dapat Terinfeksi Covid-19 Dua Kali
Adapun imunisasi bertujuan untuk memperkebal daya tahan tubuh dati serangan penyakit, khususnya campak, rubella hingga difteri. “Ini program prioritas, salah satunya untuk mencegah komplikasi penyebaran penyakit campak,” kata Dewi, Kamis (27/8/2020).
Dia menegaskan, untuk pelaksanaan imunisasi ini akan tetap memperhatikan protokol kesehatan penanggulangan corona. “Protokol kesehatan itu wajib karena untuk mencegah penyebaran virus corona,” katanya.
Baca juga: Layang-layang Motif Mataraman Banyak Diminati Warga Luar Jogja
Kepala Puskesmas Wonosari 1, Ariningsih Indriyati mengatakan, program BIAS sudah terlaksana sejak 18 Agustus lalu dan berlangsung selama 15 hari. Program ini merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan secara berkelanjutan.
“Untuk tahap pertama BIAS dilaksanakan untuk anak sekolah kelas 1 [campak], kelas 5 dan 6 imunisasi HPV. Sedang pelaksanaan imunisasi untuk kelas 2 dan kelas 3 dilaksanakan November mendatang,” kata Ariningsih.
Disinggung mengenai target pelaksanaan imunisasi, ia mengaku mematok partisipasi hingga 98%. Untuk pelaksanaan, anak sekolah khususnya kelas 1 wajib didampingi oleh para orang tua. “Mudah-mudahan semua berjalan dengan baik dan target bisa terpenuhi. Selain imunisasi, kami juga memberikan obat cacing untuk kesehatan para anak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan melanda 17 kapanewon di Gunungkidul. Sebanyak 2.811 tangki atau 14,05 juta liter air bersih telah disalurkan.
Dispar Sleman menyimulasikan dampak pembukaan Kelok 23 terhadap kunjungan wisatawan, okupansi hotel, dan PAD hingga 2030.
Nusron Wahid mengaku pengunduran diri dari kepengurusan Golkar sudah dibahas dengan Bahlil sejak tahun lalu.
Topan Dujuan mendekati Tokyo, JAL dan ANA membatalkan sedikitnya 275 penerbangan akibat cuaca buruk dan hujan ekstrem.
Simak lima alat pelacak mobil, mulai dari GPS Kabel Android hingga Super Spring VT-100 M. Ketahui fitur dan kisaran harganya.
Survei Culture Amp menunjukkan 85% karyawan didorong memakai AI di tempat kerja. Namun, sebagian masih membutuhkan penjelasan tentang tujuan dan dampaknya.