Layang-layang Motif Mataraman Banyak Diminati Warga Luar Jogja

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengunjungi industri rumah tangga layang-layang motif Mataraman Kite Fighter di Kelurahan Gedongkiwo, Kota Jogja. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati.
27 Agustus 2020 10:17 WIB Catur Dwi Janati Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Selama pandemi bukan hanya tren bersepeda yang menjadi populer. Di kalangan masyarakat bermain layang-layang menjadi hobi yang digemari warga dari berbagai kalangan usia. Potensi inilah yang dilihat seorang warga RW 09 Kelurahan Gedongkiwo Kecamatan Mantrijeron, Kota Jogja bernama Aditya Pradana.

Bersama Ibu-ibu RT40/RW09, Kelurahan Gedongkiwo yang berjumlah 15 orang, Aditya memproduksi layang-layang sejak Juli lalu. "Kebetulan musim layang-layang ini stok layangan di Jogja habis dan juga pas musim panas, selain itu juga masa pandemi ini anak-anak pada butuh hiburan, jadi mereka sekarang bermain layang-layang," ujarnya.

BACA JUGA : Satpol PP Bantul Bisa Saja Bubarkan Kegiatan Layang

Bukan sekedar layangan biasa yang diproduksi Aditya bersama Kite Fighter. Mengusung motif Mataraman, Aditya memproduksi layangan khas Jogja itu hampir setiap harinya. Menurutnya, motif gaya Mataraman mengusung filosofi dan makna tersendiri. Pada gaya Mataraman motif Kalungan dan Kalau Uren misalnya, motif itu menggambarkan prajurit Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Dibanderol dengan harga relatif terjangkau dari Rp2500-8.000 layanan motif Mataraman dengan jenis dan ukuran yang sesuai bisa dibawa pulang. Bahkan tidak hanya warga Jogjakarta, peminat layangan warga Gedongkiwo ini juga berasal dari daerah lain sehingga layangan harus dikirim hingga luar kota.

Aditya menerangkan ada beberapa tahap pembuatan layangan yang bisa digarap di rumah masing-masing. Salah satunya tahap pengeleman. Dibolehkannya pengeleman digarap di rumah membuat ibu-ibu bisa lebih dekat dengan keluarganya, khususnya anak-anak.

Wakil Walikota Jogja, Heroe Poerwadi mengapresiasi produsen yang turut memberdayakan ibu-ibu warga Gedongkiwo. Menurutnya produksi layangan Mataraman ini merupakan bentuk respons warga untuk menyiasati kebutuhan hiburan masyarakat sehingga tidak bosan selama di rumah.

BACA JUGA : Pada Malam Hari, JJLS di Bantul Disulap Jadi Arena

Heroe ingin terus mengembangkan industri-industri rumah tangga. Industri rumah tangga dapat menjadi bagian dalam mengembangkan ekonomi masyarakat. "Ini perlu kita dorong dan perlu kita promosikan, karena di Jogja banyak industri kreatif yang tumbuh berkembang berbasis kegiatan bersama di masyarakat," ucapnya.

Dalam kunjungannya, Heroe juga berkesempatan melukis layang-layang dengan motif logo Gandeng-Gendong. Tak hanya itu dirinya bahkan menerbangkan layangan tersebut di area lapang Kelurahan Gedongkiwo. Heroe tak lupa berpesan kepada warga untuk bermain layang-layang  di tanah lapang yang jauh dari kabel listrik.