Bahlil Siapkan Skema Dana Bioetanol, E10 Dimulai pada 2027
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Beberapa orang menerbangkan layang-layang di JJLS, Bantul, pada Sabtu (27/6/2020) malam./Harian Jogja-Hery Setiawan
Harianjogja.com, BANTUL—Akhir pekan lalu selepas Isa, warga Dusun Tegalsari dan Tegalrejo, Kelurahan Srigading, Kapanewon Sanden, Bantul, menyulap Jaringan Jalan Lintas Selatan (JJLS) menjadi tempat menerbangkan layang-layang. Aktivitas tersebut pun mengundang keramaian.
Warga menerbangkan layang-layang pada malam hari. Mereka menambahkan lampu kecil di sekeliling layangan sehingga ketika layang-layang telah mengudara, tampak ada cahaya berwarna-warni di langit gelap. Tak hanya satu atau dua layang-layang saja. Jumlah layang-layang bisa mencapai puluhan.
BACA JUGA: Bantul Akan Hidupkan Lagi Jalur Sepeda Lama yang Hilang karena Pembangunan
Seorang warga, Ardian Firmansyah, mengatakan bermain layang-layang atau gapangan merupakan kegiatan yang telah lama vakum. Namun, jelang akhir Ramadan lalu, sejumlah warga mulai menghidupkannya kembali. Mereka menganggap bermain layang-layang merupakan satu bentuk hiburan yang murah. Inisiatif itu pun kemudian diikuti oleh warga lainnya. Berbondong-bondong warga datang membawa gapangan masing-masing.
"Makin hari makin ramai. Paling kalau cuma 100 orang itu ada," katanya, Sabtu (27/6/2020) malam.
Ia menambahkan JJLS mulai didatangi warga selepas Isya. Suasana pun semakin ramai menjelang malam. Tak cuma penerbang gapangan yang datang ke JJLS. Ada pula warga yang berkunjung untuk melihat pemandangan. Tak hanya itu, sejumlah lapak dagangan makanan ringan menghiasi gelapnya JJLS di malam hari.
BACA JUGA: Pembebasan Lahan Pembangunan Gerbang Samudera Ditarget Rampung 2022
Ketika Harian Jogja tiba di lokasi, suasana masih ramai. Namun, jumlahnya tak sepadat beberapa jam sebelumnya. Muncul informasi pada Sabtu malam (27/6/2020) pukul 21.00 WIB kerumunan di JJLS dibubarkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bantul. Menurut Ardian, pembubaran tersebut menyusul beredarnya informasi soal festival layang-layang di media sosial. "Itu karena ada poster festival di IG story. Padahal di sini seperti biasanya saja," katanya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Bantul, Yulius Suharta, pihaknya tetap akan menggelar patroli gabungan. Tujuannya untuk menegakkan protokol kesehatan, terutama di lokasi yang berpotensi mengundang kerumunan atau pelanggaran protokol kesehatan itu sendiri. Alasan tersebut semakin kuat mengingat pemerintah telah memperpanjang masa tanggap darurat Covid - 19 hingga bulan Juli mendatang.
"Kejadian malam ini akan kami laporkan kepada Gugus Tugas Kabupaten Bantul untuk diadakan evaluasi sehingga optimalisasi pencegahan Covid - 19 tetap bisa ditegakkan bersama dengan masyarakat," katanya kepada Harian Jogja, Sabtu (27/6/2020).
Ia mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membuat agenda yang mengundang pelanggaran protokol kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemerintah menyiapkan skema pendanaan bioetanol untuk mendukung penerapan E10 pada 2027 tanpa membebani konsumen dan tetap menguntungkan petani.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian
Penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tetapi juga dapat menyeret keluarga hingga lingkungan sekitar.
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Piala AFF 2026 memasuki fase semifinal! Singapura vs Thailand dan Malaysia vs Vietnam. Thailand lolos dengan nilai sempurna, Vietnam juara Grup A. Cek jadwal le
Honor resmi luncurkan Robot Phone dengan gimbal titanium terkecil di industri. Kamera 200 MP bisa bergerak 4 arah, rekam 4K, dan punya 100 ekspresi wajib.