Pembebasan Lahan Pembangunan Gerbang Samudera Ditarget Rampung 2022

Suasana sepi damai hari di Puncak Ngepoh yang belum banyak dikunjungi wisatawan. - Dok. Harian Jogja.
01 Juli 2020 10:07 WIB Jalu Rahman Dewantara Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pembebasan lahan untuk pembangunan rest area Gerbang Samudra Raksa yang berlokasi di perbatasan Kulonprogo-Magelang, Kalurahan Banjaroya, Kapanewon Kalibawang disebut bakal rampung pada 2022.

"Untuk pembebasan [lahan] nanti akan diselesaikan pada 2022," kata Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kulonprogo Heriyanto, kepada wartawan Selasa (30/6/2020).

Heriyanto menjelaskan, proyek pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat untuk menunjang Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Candi Borobudur itu sudah berjalan dengan sistem sewa lahan.

BACA JUGA : Gerbang Samudraraksa Akan Dibangun di Kalibawang

Penanggung Jawab (Pj) Lurah Banjaroya, Senija membenarkan proyek pembangunan Gerbang Samudera Raksa sudah dimulai sejak awal tahun ini, sedangkan untuk pembebasan lahan masih dalam proses dan baru akan dituntaskan pada 2022 mendatang.

Hal itu kata Senija, sudah berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pemrakarsa proyek dengan warga pemilik lahan terdampak pembangunan. "Memang dua tahun pertama itu disewa dulu, baru kemudian tahun ketiga dibeli, sudah ada pernyataan sejak awal dari pemilik lahan, dan mereka semua setuju," ujarnya.

Adapun total lahan terdampak untuk pembangunan tersebut seluas 7.035 meter persegi. Tanah itu milik tujuh orang warga Hargorejo dan sisanya merupakan sultan ground.

Senija menjelaskan Kalurahan Hargorejo hanya sebatas membantu proses negosiasi kerelaan lahan. Sementara untuk urusan administrasi sampai dengan pembayaran ganti rugi dilakukan oleh Pemkab.

Pembangunan Gerbang Samudra Raksa sendiri merupakan salah satu program Pemerintah Pusat untuk pengembangan infrastruktur KSPN Candi Borobudur.

Gerbang Samudra Raksa atau juga disebut Gerbang Klangon itu akan difungsikan sebagai rest area bagi wisatawan ataupun masyarakat umum baik dari dan ke Yogyakarta International Airport (YIA) Kapanewon Temon, menuju Candi Borobudur.

Pembangunan rest area yang disebut-sebut bakal menelan biaya hingga Rp27 Miliar itu akan dilengkapi dengan relief dari batu berbentuk Gerbang Klangon dengan tema Samudra Raksa, yang merupakan salah satu kapal kayu bercadik khas Nusantara dengan mempresentasikan kebudayaan bahari purbakala.

Di tempat ini juga akan dibangun areal pedestrian, drainase, pusat kuliner, kios oleh-oleh dan fasilitas penunjang wisata lainnya.