Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Bupati Sleman Sri Purnomo (kiri) melantik 194 pejabat di Pendopo Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman, Jumat (28/8/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak.
Harianjogja.com, SLEMAN--Bupati Sleman Sri Purnomo melantik 194 pejabat di Pendopo Parasamya Kantor Setda Kabupaten Sleman, Jumat (28/8/2020). Pejabat yang dilantik terdiri dari jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas dan Jabatan Fungsional.
Sri menyampaikan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan kali ini juga disesuaikan dengan Perda No. 1/2020 tentang perubahan atas Perda No.11/2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Pemkab Sleman yang harus diselaraskan dengan Perda Daerah Istimewa DIY No.1/2018 tentang Kelembagaan Pemerintah Daerah DIY.
BACA JUGA : 38 Pejabat Pemkab Kulonprogo Dilantik secara Virtual
"Sesuai dengan ketentuan yang ada tentang keistimewaan Jogja, maka pada hari ini juga turut dilantik dan diambil sumpahnya beberapa jabatan yang terkait dengan perubahan kelembagaan yang disesuaikan," jelas Sri.
Ia menjelaskan perubahan kelembagaan tersebut terkait dengan Pergub No.25/2019 tentang Pedoman Kelembagaan Urusan Keistimewaan pada Pemerintah Kota/Kabupaten dan Kalurahan. Beberapa perubahan nama yaitu pada Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa menjadi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, dan Kecamatan menjadi Kapanewon.
"Kapanewon melaksanakan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan serta pengoordinasian, pemantauan, dan evaluasi terhadap perencanaan dan pengendalian urusan Keistimewaan di wilayah Kapanewon," kata Sri.
BACA JUGA : 2 Pejabat Baru Pemkot Jogja Dilantik
Ketentuan kelembagaan yang mengacu pada Perdais DIY ini, katanya, dilaksanakan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berdasarkan prinsip responsibiltas, akuntabilitas, transparansi dan partisipasi dengan memperhatikan bentuk dan susunan pemerintahan istimewa.
"Bentuk dan susunan pemerintahan istimewa terdapat nilai dasar dalam dalam proses panjang pembentukan suatu pemerintahan yang terus dijaga dan dirawat sebagai kearifan lokal," tambahnya.
Adapun Pejabat Tinggi Pratama yang dilantik di antaranya, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Kundha Niti Mandala Sarta Tata Sasana) Muhammad Sugandi, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Budiharjo, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah, Haris Sutarta, Kepala Dinas Pendidikan, Ery Widaryana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman, Taupiq Wahyudi dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Sleman Cahya Purnama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Jetty Muara Sungai Bogowonto di Kulonprogo rusak akibat gelombang tinggi. BBWSSO menyebut kerusakan sekitar 2 persen dan fungsi masih aman.
Ferran Torres dikabarkan pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer 48,5 juta euro. Simak profil dan perjalanan kariernya.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Sekjen Gerindra Sugiono mengumpulkan sekjen parpol KIM di Jakarta untuk memperkuat komunikasi politik dan refleksi pemerintahan Prabowo.