Peneliti Temukan Resep Membuat Es Krim Anti Meleleh
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
Petugas Dinas Kesehatan Kota Jogja meneliti sampel darah para pedagang dalam tes cepat atau Rapid Diagnostic Test (RDT) Covid-19 di Pasar Beringharjo, Jogja, Rabu (03/06/2020). /Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, SLEMAN - Pemkab Sleman telah mendatangkan dua alat Pholymerase Chain Reaction (PCR) produksi Amerika Serikat. Saat ini keduanya ditempatkan di RSUD Sleman.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo menuturkan kedua alat ini akan bisa mempercepat penelusuran kontak terkait Covid-19 di Kabupaten Sleman. Sebab, dalam sehari masing-masing alat bisa mendeteksi sebanyak 60 spesimen dan hasilnya mampu keluar dalam waktu 24 jam.
Baca juga: Setiap Pasangan Disarankan Tetap Pakai Masker Saat Berhubungan Seks
Kendati demikian, alat tersebut belum dapat digunakan lantaran reagennya belum tersedia. Selain itu, pihaknya juga masih menunggu izin operasional dari Kemenkes. "Kalau reagen minggu ini sudah datang, tapi izin dari Kemenkes ini masih menunggu visitasi dari Dinas Kesehatan DIY, jadi masih berproses," ujar Joko ketika dihubungi pada Kamis (3/9/2020).
Ia menjelaskan pemilihan lokasi penempatan alat PCR itu di RSUD Sleman dengan alasan perlu supervisi dari ahli patologi klinik. Di rumah sakit tersebut, saat ini terdapat dua ahli patologi klinik.
Baca juga: Penyebaran Corona Belum Berakhir, Kulonprogo Tambah Dua Kasus Baru
Untuk pengadaan dua alat PCR ini, Pemkab Sleman mengerahkan dana tak terduga dari APBD 2020 sebesar Rp2,8 miliar. "Satu alat itu harganya Rp575 juta. Harga reagennya saya kurang ingat. Tapi totalnya Rp2,8 miliar sampai Desember," terangnya.
Joko menambahkan alat tersebut sudah sesuai kriteria Kemenkes dan sudah banyak dipakai di sejumlah lokasi lain di Indonesia. Jika sudah bisa dioperasionalkan nanti, ia berencana menggunakan alat ini untuk menskrining tenaga kesehatan di RSUD Sleman.
"Rencananya untuk skrining nakes RSUD Sleman dulu. Selanjutnya meneruskan skrining pondok pesantren yang tertunda," tuturnya.
Sementara itu, Bupati Sleman, Sri Purnomo berharap pengadaan alat ini bisa dioptimalkan untuk penelusuran kontak di Sleman. "Kami harap dengan adanya alat PCR ini bisa mempercepat penanganan Covid-19 di Sleman," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peneliti membuat terobosan baru setelah menemukan cara untuk membuat es krim yang hampir tidak meleleh.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.