HUT ke-81 RI, Pekerja Seni Budaya Pakem Dapat Perlindungan BPJamsostek
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
Kustini Sri Purnomo (kanan) dan Danang Maharsa./Harian Jogja-Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN—Berkas persyaratan pasangan calon (paslon) Kustini Sri Purnomo-Danang Maharsa (Kuda Maharsa) dinyatakan lengkap dan memenuhi syarat oleh KPU Sleman, Jumat (4/9/2020). Kuda Maharsa adalah paslon pertama yang mendaftarkan diri sebagai calon bupati dan calon wakil bupati (cabup-cawabup) untuk Pilkada Sleman 9 Desember mendatang.
Penerimaan berkas pendaftaran Paslon Kuda Maharsa oleh KPU Sleman ini tidak berlangsung mulus. Proses pemeriksaan berkas berlangsung sejak 14.30 hingga 20.30 WIB. KPU membutuhkan hampir lima jam untuk memastikan berkas paslon ini dinyatakan memenuhi persyaratan seusai PKPU.
Masalah muncul saat KPU memeriksa berkas kepengurusan DPD PAN Sleman. Ada perbedaan struktur kepengurusan DPD PAN yang sudah masuk dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon) KPU dengan yang diberikan mandat oleh DPP PAN. Perbedaan tersebut menyebabkan KPU belum dapat menerima berkas pendaftaran yang diajukan oleh DPD PAN ke KPU Sleman.
Diskusi panjang mengenai perbedaan tersebut berlangsung hingga berjam-jam. Pada akhirnya diputuskan agar DPD PAN Sleman bisa menghadirkan pengurus DPP PAN untuk menjembatani masalah tersebut. Beruntung, salah satu pengurus DPP PAN Sleman, Totok Daryanto, bisa memenuhi dan memecahkan kebuntuan masalah tersebut.
Bakal cawabup Danang Maharsa mengaku bersyukur masalah yang dihadapi sudah selesai sehingga proses pendaftaran paslon Kuda Maharsa sudah tidak ada persoalan dan diterima oleh KPU. Artinya, kata Danang, Kuda Maharsa merupakan paslon pertama yang mendaftarkan diri ke KPU Sleman. "Kami akan memenangi pilkada ini dengan target perolehan suara di atas 50 persen," katanya.
Hal senada disampaikan oleh Kustini. Menurutnya pasangan Kuda Maharsa menargetkan kemenangan di semua kecamatan. Ia tidak mau membicarakan kendala administrasi yang sempat menghambat proses pendaftaran ke KPU. "Masalah administrasi sudah selesai, sudah lengkap semua yang penting saat ini menang. Kami akan berkerja semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan," katanya.
Seusai penerimaan berkas pendaftaran, Ketua KPU Sleman Trapsi Haryadi mengatakan seluruh dokumentasi pendaftaran calon untuk paslon dari PDI Perjuangan dan PAN setelah diteliti dan dicek sudah lengkap. "Baik dokumen persyaratan calon dan persyaratan pencalonan untuk paslon ini semuanya sudah terpenuhi sesuai PKPU 1/2020," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekerja seni budaya di Pakem mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dalam peringatan HUT ke-81 RI di Museum Gunung Merapi
ChatGPT, Claude, dan Grok dilaporkan mengalami gangguan bersamaan Kamis malam. Pengguna mengeluhkan error saat mengakses layanan AI.
Lima perusahaan di Kalbar ditutup karena karhutla. Pemerintah juga mewajibkan pemulihan lingkungan dan membuka peluang proses pidana.
BK DPD akan memanggil Arya Wedakarna terkait kehadirannya di Miss Equality World 2026 di Bangkok untuk mendalami dugaan pelanggaran etik.
Satgas Karhutla Jambi menangkap pelaku pembakaran lahan di Sungai Gelam, Muaro Jambi. Api membakar sekitar 600 meter persegi lahan.
Satu keluarga Bantul akan transmigrasi ke Polewali Mandar akhir 2026. Pemkab memastikan rumah dan lahan usaha telah siap.