Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tugu Jogja. /Harian Jogja-Holy Kartika N.S
Harianjogja.com, JOGJA--Pemda DIY kembali melanjutkan proses pengusulan sumbu filosofis Jogja sebagai warisan budaya dunia kepada UNESCO. Sejumlah persiapan dilakukan dalam aspek pembangunan, kepariwisataan dan kebencanaan.
Plt Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Sumadi mengatakan pada sumbu filosofis Kota Jogja akan dilakukan penataan agar lalu lintas bisa lebih lancer atau tidak macet. Kawasan tempat parkir Abu Bakar Ali menjadi salah satu titik yang akan dilakukan penataan.
“Nanti akan ada solusinya. Konsep akan diajukan dalam waktu dekat, tahun ini,” ungkapnya Senin (7/9/2020).
BACA JUGA : DIY Akan Bentuk Lembaga Pengelola Sumbu Filosofis
Sumbu filosofis ini menjadi satu-satunya warisan budaya dunia yang diajukan Indonesia ke UNESCO. Sebelumnya, Kebun Raya Bogor juga meu diajukan, namun melihat kesiapannya, Sumbu Filosofis Jogja lebih memungkinkan.
Ia menjelaskan dalam kelanjutan proses pengusulan ini pihaknya telah mendapat sejumlah masukan dari Gubernur DIY, Sri Sultan HB X. “Salah satunya mengubah pandangan kita ke selatan, wawasan juga dibuka ke laut,” ujarnya,
Ia menuturkan selama ini penataan yang dilakukan hanya fokus ke pertanian saja, namun kurang menjamah ke laut yang berada di sebelah selatan DIY. Padahal, laut selatan memiliki beragam potensi, baik pariwisata maupun sumber daya alam.
Ketua Dewan Kebudayaan DIY, Djoko Dwiyanto, menuturkan aspek kebencanaan juga perlu dipersiapkan karena DIY merupakan daerah yang memiliki potensi bencana baik dari utara berupa aktivitas gunung Merapi maupun dari selatan atau laut.
BACA JUGA : Makna Sumbu Filosofi Jogja, Dari Kesucian Hati Hingga
“Harus ada mitigasi, kalau terjadi bencana bagaimana mengantisipasinya,” katanya.
Pihaknya juga masih mendiskusikan judul apa yang akan dipakai dalam aspek pariwisata. Ia mengatakan ada tiga alternatif judul dengan penekanan yang berbeda-beda. “Misalnya menekankan pada aspek kosmologis yang akan menjadi sangat filosofis,” ungkapnya.
Setiap judul ini mengandung konsekuensi masing-masing. jika dengan penekanan pada konsep kosmologis, maka sumbu filosofis tidak akan dapat dipisahkan dari Imogiri. “Hubungan erat Imogiri dengan Kraton sudah tidak mungkin dilepaskan lagi,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyidik Satreskrim Polres Bantul menetapkan seorang pria berinisial W, 44, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan.
Pemerintah mendukung transisi telur bebas sangkar, tetapi kesiapan pasokan, harga, distribusi, dan kesadaran konsumen masih menjadi tantangan.
Reza Rahadian mengungkap tiga adegan favorit di film Laut Bercerita, mulai dari penjara hingga tantangan syuting di kedalaman laut.
Pemkot Jogja menganggarkan Rp8 miliar untuk sanitasi permukiman, dengan target layanan aman bagi sekitar 600 KK setiap tahun.
DPW PKB DIY memperingati Hari Santri Nasional 2026 melalui fun mini soccer yang diikuti enam tim untuk mempererat kebersamaan santri dan anak muda.