Jadwal DAMRI YIA Hari Ini 21 Mei, Akses ke Jogja dan Sleman Kian Mudah
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
Tugu Jogja/Harian Jogja-Dok
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY akan membentuk lembaga yang secara khusus menangani rentang Sumbu Filosofi Kota Jogja yang terbentang mulai Tugu Jogja hingga Panggung Krapyak, Sewon, Bantul. Pembentukan lembaga itu untuk melengkapi syarat pengajuan sumbu filosofis sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.
Paniradyapati DIY, Beny Suharsono, menjelaskan saat ini Pemda DIY masih membahas lembaga yang bakal menangani sumbu filosofis. Jika berbentuk, badan harus ditangani oleh para profesional atau kolaborasi antara birokrasi dengan kalangan profesional. Otorita ini nantinya harus mampu menghubungkan komunikasi antara Pemda DIY, Pemerintah Pusat sekaligus dengan UNESCO.
“Lembaga ini harus mampu membangun jejaring tiga pilar besar itu, Pemda mewakili seluruh DIY yang menjadi titik sumbu filosofi, Pemerintah Pusat yang menyambungkan UNESCO, ini diperlukan orang yang mampu membangun jejaring itu. Kalau ditangani oleh birokrasi kurang maksimal,” katanya di kompleks Kepatihan, Kamis (21/11/2019).
Menurut Beny, pihak yang mengisi jabatan di lembaga ini bisa dari kalangan akademisi atau kalangan professional lain. Meski demikian, tetap ada unsur birokrat untuk mengelola anggaran. Paniradyapati masih berproses dengan cepat karena harus segera didaftarkan ke UNESCO karena kemungkinan akan ditanyakan terkait desain pengelolaannya.
“Ada yang usul bentuknya Unit Pelaksana Teknis Daerah [UPTD] dan lain-lain, kami masih diskusi kelebihan dan kekurangannya. Karena manajemen seperti apa, pasti ditanyakan, kami berasumsi itu lembaga adhoc,” ujarnya.
Beny mengatakan lembaga ini nantinya akan selalu ada dan tidak dibubarkan meski sumbu filosofis telah mendapatkan predikat sebagai warisan budaya dunia. Lembaga ini bertugas untuk mengelola lebih detail sumbu filosofi agar tetap bisa mempertahankan budaya seperti menjaga bangunan dan lain-lain.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan penyelesaian sumbu filosofis butuh dukungan dari semua pihak. Terkait dengan lembaga yang akan menangani sumbu filosofis ini masih dalam pembahasan. Menurutnya ada wacana bahwa lembaga tersebut akan bersifat lembaga nonstruktural. “Tetapi apakah nanti seperti itu [lembaga nonstruktural] atau menjadi bagian berbeda saat ini baru proses. Ini melibatkan hampir seluruh SKPD, entah Bappeda, Paniradyapati kami belum tahu,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal DAMRI Bandara YIA Kamis 21 Mei 2026 melayani rute Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 serta konektivitas antarmoda.
BYD Atto 3 generasi ketiga resmi meluncur dengan RWD, cas 5 menit hingga 70 persen, dan jarak tempuh sampai 630 km.
Pemerintah memastikan pemulangan sembilan WNI relawan Gaza usai dibebaskan dari penahanan Israel dan tiba di Turkiye.
Alex Marquez resmi absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026 usai mengalami cedera patah tulang selangka dan vertebra saat balapan di Catalunya.
Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Liga Arab Saudi usai mencetak dua gol saat menang 4-1 atas Damac.
Sultan HB X ingin RTH eks Parkir ABA Jogja jadi taman bunga nyaman, bukan hutan kota. Penataan dimulai dengan anggaran 2026.