Astrid Widayani Raih Penghargaan Darma Bakti di Hari Pramuka ke-65
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Bupati Sleman Sri Purnomo saat prosesi pembangunan rumah tidak layak huni di Ambarketawang, Gamping, Jumat (18/9/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Pemkab Sleman mengajak swasta untuk terlibat dalam program perbaikan rumah tidak layak huni (RTLH). Pasalnya di wilayah Sleman hingga kini masih terdapat ribuan unit RTLH yang perlu segera ditangani.
Bupati Sleman Sri Purnomo Sri Purnomo mengatakan dari 11.422 unit RTLH di Sleman Pemkab sudah merealisasikan perbaikan RTLH sebanyak 9.049 unit. Artinya masih ada sekitar 2.373 unit RTLH yang perlu direhab. Dia berharap agar kepedulian untuk memperbaiki RTLH dapat menjadi sebuah gerakan yang nantinya bisa menggerakkan sumber-sumber lain yang tidak hanya berasal dari pemerintah saja.
"Kami menghimbau agar program penanganan RTLH dapat dilakukan juga melalui CSR dari pihak swasta dan juga gotong royong dari masyarakat," kata Sri saat menyerahkan bantuan RTLH kepada warga Ambarketawang, Gamping, Sleman, Jumat (18/9/2020).
Baca juga: Gaet Generasi Milenial untuk Wujudkan Smart Branding & Smart Regency
Dalam penyerahan simbolis tersebut, Bupati menyerahkan buku rekening untuk pembiayaan pembangunan dan perbaikan rumah. Menurut Sri, program RTLH merupakan salah satu komitmen pemerintah untuk mewujudkan pelayanan dasar yaitu papan atau rumah layak huni yang merupakan kebutuhan primer bagi setiap individu.
"Kami berharap dengan kegiatan ini penanganan RTLH dapat segera teratasi dan dapat mempercepat program pengentasan kemiskinan dengan mewujudkan rumah yang layak huni bagi masyarakat miskin," kata Sri.
Bedasarkan data Susenas BPS tahun 2016, backlog kepemilikan rumah di Sleman sebanyak 109.458 rumah. Dengan anggaran kurang lebih Rp26,65 miliar diharapkan pada tahun ini Pemkab dapat menangani RTLH sebanyak 1.448 rumah.
Baca juga: Objek Tanah Tidak Ditemukan, Jumlah Bidang Terdampak Tol Jogja Bakal Berkurang
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman Taupiq Wahyudi mengatakan pada tahun ini Pemkab memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang perumahan kurang lebih sebesar Rp3,85 miliar. Alokasi DAK tersebut diperuntukkan untuk memperbaiki bagi 165 rumah. Dengan rincian peningkatan rumah tidak layak huni sebanyak 120 dan untuk pembangunan rumah baru sebanyak 45.
Untuk rehab rumah dilakukan ditiga desa, yakni Wedomartani 50 rumah, Desa Sidoagung 50 rumah, Desa Tirtoadi 20 unit rumah. Masing – masing bantuan untuk rehab sebesar Rp17,5 Juta. "Sedangkan untuk pembangunan baru dengan rincian Desa Sidomoyo sebanyak 30 rumah dan Desa Ambarketawang 15 Rumah dengan pembiayaan masing- masing sebesar Rp35 juta," paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Astrid Widayani menerima Penghargaan Darma Bakti pada Hari Pramuka ke-65. Kwarcab Surakarta juga meraih Juara II Pembina Gudep Penegak Berprestasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21
KAI merespons penetapan tersangka masinis Argo Bromo Anggrek dan menindaklanjuti enam rekomendasi keselamatan dari KNKT.