Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemda DIY mempertimbangkan pembatasan mobilitas masyarakat seiring terus meningkatnya kasus Covid-19. Namun, pembatasan tak mudah dilakukan karena lalu lalang penduduk dari luar DIY sudah sangat tinggi.
Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengatakan pembatasan mobilitas masyarakat merupakan gagasan bagus untuk mengendalikan penularan Covid-19. “Tentu menjadi pertimbangan kami di gugus tugas,” ujar dia, Rabu (23/9/2020).
BACA JUGA: Puskesmas Tutup karena Covid-19, Dinkes Jogja Larang Nakes Makan Sambil Ngobrol & Foto Bareng
Menurut dia, prinsip keseimbangan ekonomi dan kesehatan harus diperhatikan. Jika perekonomian memburuk, kesehatan masyarakat juga memburuk. Begitu pula sebaliknya.
Baskara Aji mengatakan mengembalikan pembatasan seperti pada masa awal pandemi pada Maret lalu bukan perkara mudah karena juga butuh upaya dari pemda lain. “Kami tidak bisa sendiri, karena mobilitas dari luar kota sudah sangat tinggi,” katanya.
Sudah semakin terbukanya mobilitas antar daerah ini yang membedakan kondisi saat ini dengan kondisi di awal pandemi saatmobilitas masyarakat masih sangat sedikit. Waktu itu, kata dia, masih dimungkinkan pendirian check point di jalur perbatasan untuk menyaring orang-orang yang datang dari luar daerah.
BACA JUGA: Pemkot Jogja Siapkan Hotel sebagai Selter Nakes Positif Covid-19
“Mekanisme pembatasan itu karena masih perlu pembahasan lebih lanjut, dengan menyesuaikan pada kondisi terkini,” kata dia.
Sebelumnya, epidemiolog UGM, Riris Andono Ahmad, menyebut sudah terjadi penularan Covid-19 di level komunitas secara meluas. Menurut dia, mobilitas masyarakat harus dikendalikan tanpa perlu hingga menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Cukup kembali mengimplementasikan apa yang sudah dilakukan pada Maret lalu. Dibandingkan dengan situasi di berbagai wilayah Indonesia lainnya, kebijakan jaga jarak yang diterapkan sebelumnya di DIY sudah cukup efektif,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.