Pemkot Jogja Siapkan Hotel sebagai Selter Nakes Positif Covid-19

Ilustrasi - Reuters/Rahel Patrasso
23 September 2020 17:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyiapkan hotel sebagai selter isolasi tenaga kesehatan (nakes) yang positif Covid-19.

Wakil Wali Kota Jogja cum Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkot Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan beban kerja nakes sangat tinggi sehingga selter untuk mereka sangat penting.

BACA JUGA: Terbiasa Minum Bensin, Buruh Tani Perkosa 3 Gadis Belia di Kuburan China

“Kami sedang mencari selter bagi nakes. Apakah mereka memungkinkan untuk dibawa ke selter atau tidak. Akhir-akhir ini kasus Covid-19 meningkat sehingga bebak kerja nakes meningkat. Oleh karena itu, kami tawarkan kepada nakes apakah perlu ada selter khusus atau tidak. Kalau mereka mau tentu saja akan kami siapkan,” ujar Heroe, Selasa (22/9/2020).

Heroe belum bisa menentukan gedung atau lokasi mana yang akan dijadikan sebagai selter untuk nakes. Namun, sejumlah alternatif tempat sudah dikantonginya.

“Yang jelas nanti akan kami sediakan di hotel maupun penginapan, karena nakes terpapar Covid-19 saat sedang melakukan tugasnya,” ujar dia.

BACA JUGA: Kasus Positif Meningkat, Kemenkes Jamin Ketersediaan Obat Pasien Covid-19 di Seluruh Provinsi

Pemkot Jogja sudah menyediakan selter untuk orang tanpa gejala (OTG), yakni

Rusunawa Bener, Tegalrejo. Selter tersebut sudah beroperasi sejak Rabu (23/9/2020) siang.

“Semua sudah kami siapkan mulai dari logistik, tata caranya mulai dari ruangan infeksius maupun non-infeksius juga sudah kami terapkan. Kapasitasnya sendiri ada 84 kamar, empat untuk difabel,” ujar Heroe.

BACA JUGA: Ketua PBNU Desak Penundaan Pilkada 2020: Agenda Politik Bisa Ditunda, Tapi Keselamatan Tidak

Pemkot Jogja bekerja sama dengan pihak ketiga dalam upaya penanganan limbah.

“Jadi, untuk limbah yang bersifat infeksius kami serahkan ke pihak ketiga yang memang berkompeten dalam memilah limbah yang bersifat infeksius maupun yang non-infeksius, jadi tidak bisa ditangani oleh sembarang pihak,” ujar Heroe Poerwadi,.

Urusan limbah pasien Covid-19 tidak bisa dianggap enteng. Apalagi, Rusunawa Bener berada di sekitar permukiman warga. Limbah yang tidak terkelola dengan baik akan mengakibatkan terjadinya penularan Covid-19.