Longsor Clongop Gunungkidul Belum Tertangani, Ini Kendalanya
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Inilah Jalur Rawan Kecelakaan di Gunungkidul Saat Mudik Lebaran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Polres Gunungkidul memetakan sejumlah jalur rawan kecelakaan yang perlu diwaspadai pengendara saat arus mudik Lebaran di wilayah Gunungkidul. Pengguna jalan diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi ruas-ruas tersebut.
Kasatlantas Polres Gunungkidul, Priya Tri Handaya, mengatakan pemetaan telah dilakukan lengkap dengan potensi kerawanan di setiap jalur.
“Sudah kita petakan lengkap dengan potensi kerawanannya,” kata Priya, Ahad (8/3/2026).
Salah satu jalur yang masuk kategori rawan kecelakaan adalah ruas Jalan Jogja–Wonosari, khususnya di wilayah Kapanewon Patuk hingga Kapanewon Playen.
Kerawanan terjadi karena arus lalu lintas yang padat serta kondisi jalan yang berkelok dan naik turun.
Lokasi yang cukup sering terjadi kecelakaan berada di Padukuhan Gading III, Kalurahan Gading, Playen. Sepanjang 2025 tercatat ada 20 kejadian kecelakaan di lokasi tersebut.
Dari jumlah tersebut, lima orang meninggal dunia dan 14 orang mengalami luka ringan.
“Arus lalu lintasnya padat, baik saat siang maupun sore hari. Kecelakaan terjadi karena pengendara ingin mendahului kendaraan di depannya,” kata Priya.
Selain itu, potensi kecelakaan juga terdapat di kawasan Tanjakan Bundelan yang berada di Kalurahan Jurangrejo, Kapanewon Ngawen.
Jalur tersebut dinilai rawan karena memiliki tanjakan yang cukup ekstrem sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra dari pengendara.
Di sisi lain, terdapat pula jalur rawan longsor di jalan penghubung Klaten dengan Gunungkidul, tepatnya di kawasan Perbukitan Clongop di Kalurahan Watugajah, Kapanewon Gedangsari.
“Saat ini jalur tersebut masih ditutup karena terjadi longsor. Jalur ini rawan karena berada di kawasan perbukitan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan Gunungkidul, Bayu Susilo Aji, mengatakan peta jalur mudik tahun ini secara umum tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Ruas Jalan Jogja–Wonosari masih menjadi jalur utama bagi pemudik menuju Gunungkidul.
Namun, sejumlah jalur alternatif juga disiapkan untuk mengurai potensi kemacetan, di antaranya jalan baru penghubung Gunungkidul–Sleman melalui kawasan Nglanggeran.
Selain itu, terdapat jalur alternatif di Kapanewon Panggang yang tembus ke Jalur Jalan Lintas Selatan.
Jalur Dlingo–Playen juga masuk dalam peta jalur alternatif, namun kendaraan besar tidak disarankan melintas di jalur tersebut.
Di sektor utara, jalur mudik yang disiapkan antara lain Jalur Sambeng di Kapanewon Ngawen serta jalan baru di Tanjakan Clongop di Kalurahan Watugajah, Gedangsari.
“Pengendara tetap diminta berhati-hati karena di kawasan Clongop ada potensi longsor,” kata Bayu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor tebing di Tanjakan Clongop Gunungkidul belum diperbaiki. Warga berharap penanganan dipercepat sebelum musim hujan tiba.
Angka konsumsi ikan masyarakat Gunungkidul naik menjadi 32,89 kilogram per kapita per tahun pada 2026. Namun capaian tersebut masih di bawah rata-rata DIY dan n
Dinkop-UKM Sleman bersama BRIN mengkaji dampak pembangunan jalan tol terhadap pelaku UMKM. Kajian menyoroti peluang ekonomi hingga potensi perubahan sosial ekon
Bappeda Bantul mengandalkan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP) sebagai ujung tombak penanggulangan kemiskinan hingga tingkat padukuhan.
Jadwal KA Bandara YIA Jogja hari ini lengkap reguler dan Xpress. Cek jam berangkat agar tak ketinggalan pesawat.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 7 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Tugu Yogyakarta dan Kutoarjo. Simak jam keberangkatan terbaru.