Sembada Run 2026 Digelar di Sleman, Bidik Wisatawan dan UMKM
Sembada Run 2026 digelar di Lapangan Denggung, Sleman, dengan kategori 3K dan 5K untuk mendorong gaya hidup sehat serta promosi UMKM.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti saat menyosialisasikan berbagai program dan layanan inovatif yang dimiliki BPJS Kesehatan selama masa pandemi Covid-19, Selasa (6/10/2020).
Harianjogja.com, JOGJA—Menghadapi masa pandemi Covid-19, BPJS Kesehatan tetap berupaya meningkatkan kepuasan Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Berbagai inovasi dikembangkan agar Peserta JKN-KIS tetap mendapatkan pelayanan prima baik dari segi administrasi kepesertaan maupun aspek pelayanan kesehatan.
Sejumlah inovasi yang ditawarkan oleh BPJS Kesehatan di antaranya pelayanan administrasi kepesertaan melalui Whatsapp (PANDAWA),konsultasi dokter secara daring dan Program Relaksasi luran JKN-KIS.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti mengatakan inovasi-inovasi tersebut muncul seiring dengan anjuran pemerintah dalam hal pencegahan virus Covid-19. Peserta JKN-KIS diharapkan memanfaatkan inovasi tersebut sehingga tidak menemui kendala dalam pemanfaatan program ini. "lni juga sebagai bentuk kepedulian BPJS Kesehatan dalam masa pandemik Covid-19," katanya saat media gathering, Selasa (6/10/2020).
Dia menjelaskan soal pengembangan pelayanan administrasi kepesertaan melalui aplikasi Whatsapp (PANDAWA). Dengan layanan ini, peserta cukup menghubungi nomor seluler tertentu yang ada di masing-masing kantor cabang untuk mengurus administrasi kepesertaan.
Dengan layanan PANDAWA, kata Hesti, peserta tidak perlu datang ke kantor cabang ataupun kantor kabupaten. Untuk di wiIayah Kantor Cabang Yogyakarta dengan wilayah kerja Kota Jogja, Bantul dan Gunungkidul dapat menghubungi nomor seluler 081215825070.
"Selain itu, pelayanan administrasi, informasi dan pengaduan juga dapat dilakukan melalui kanal Aplikasi Mobile JKN. Care Center 1500 400, CHIKA dan VIKA," ungkapnya.
Di bidang pelayanan kesehatan. lanjut Hesti, BPJS Kesehatan juga mengembangkan Aplikasi Mobile JKN dengan fitur konsultasi dokter secara daring. Peserta JKN-KIS yang mengalami keluhan kesehatan ringan dapat berkonsultasi dengan dokter Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar sesuau jadwal yang ditentukan.
"Peserta tidak perlu datang ke tempat praktik cukup menggunakan konsultasi dokter secara daring. Saat ini sudah 90 persen dokter di FKTP yang siap bergabung kecuali dokter yang di Puskesmas dan dokter gigi masih belum ikut," katanya.
Bagi peserta JKN-KIS yang menunggak Iebih dari enam bulan, BPJS Kesehatan mengembangkan melalui Program Relaksasi luran JKN-KIS. Program ini merupakan tindak lanjut dari aturan pemerintah sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam masa pandemi Covid-19.
Peserta yang menunggak Iebih dan enam bulan apabila ingin mengaktifkan kembali status kepesertaan cukup membayar tunggakan selama enam bulan ditambah dengan iuran bulan berjalan. Sisa tunggakan tetap dibayarkan maksimal sampai dengan bulan Desember 2021.
“Peserta yang sudah terdaftar dalam Program Relaksasi diberikan mengangsur sisa tunggakan di akhir tahun 2020 sampai dengan akhir tahun 2021 sesuai dengan kemampuan keuangan peserta," ungkap Hesti.
Mengenai mekanisme program relaksasi, peserta yang ingin memanfaatkan program relaksasu wajlb mendaftarkan diri terlebih dahulu. dapat melalui Aplikasi Mobile JKN, Care Center 1500400. atau datang Iangsung ke kantor cabang/kabupaten setempat. Peserta cukup membawa Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Peserta JKN.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sembada Run 2026 digelar di Lapangan Denggung, Sleman, dengan kategori 3K dan 5K untuk mendorong gaya hidup sehat serta promosi UMKM.
JJLS Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka untuk umum pada 2027. Kelok 23 akan dilengkapi rest area, gardu pandang, dan patung ikonik.
Ketua DPD PSI Kota Jogja, Heri Nugroho, menyesalkan penurunan foto Wapres Gibran di Ruang Banggar DPRD DIY dan meminta aparat menindaklanjuti.
Mentan Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional aman. Bulog mencatat cadangan 4,5 juta ton dan serapan gabah lebih dari 4,4 juta ton.
Sejumlah tokoh nasional dan pimpinan ormas menyampaikan lima tuntutan dalam Aksi Rakyat Bela Indonesia di Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dishub DIY mengembangkan Sigap Aset untuk memantau perlengkapan jalan. Data 2026 mencatat kekurangan 27.590 unit dari total kebutuhan.