Pemprov Jateng Perluas Program Satu OPD Satu Desa untuk Percepat Penanganan Kemiskinan
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
calon bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), mengunjungi toko Sekaring Jagad, Selasa (6/10/2020)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Hariyadi, pengusaha batik asal Dusun Bogem, Tamanmartani, Kalasan, Sleman, mengaku kesulitan mendapatkan tenaga kerja terampil untuk dijadikan mitra guna meningkatkan kapastias produksi batik tulis miliknya.
Akibatnya, pemilik toko dan rumah produksi batik Sekaring Jagad tersebut bercerita, untuk memproduksi batik, dirinya harus mengirimkan bahan kain polos kepada pengrajin batik rumahan di Klaten, Jawa Tengah.
"Karena keterbatasan tenaga kerja (terampil), kain polos harus dikirim ke Klaten terlebih dahulu untuk dikerjakan oleh pengrajin rumahan di sana," ujar Hariyadi saat dikunjungi calon bupati Sleman nomor urut 1, Danang Wicaksana Sulistya (DWS), di tokonya, Selasa (6/10/2020).
Kepada DWS, Hariyadi menambahkan meski mampu mengerjakan proses awal tersebut, enam karyawan rumah produksinya lebih diarahkan untuk proses pewarnaan kain batik.
"Proses pewarnaan [batik] membutuhkan keterampilan dan ketelitian yang tinggi. Untuk itu saya fokuskan karyawan sini untuk proses tersebut," tambahnya.
Menurut Hariyadi, sejauh ini pemerintah daerah sudah berusaha menambah jumlah tenaga terampil dengan beberapa kali melakukan pelatihan pembuatan kain batik dalam rangka program pemberdayaan masyarakat. Namun, hasilnya belum sesuai harapan.
"Karena yang saya lihat, meski ada pelatihan-pelatihan [membatik]. Sehabis pelatihan, ya sudah. Bubar. Tidak ada kelanjutan," imbuhnya.
Sayangnya, setelah mendapatkan pelatihan, para perajin kurang mendapatkan perhatian dan terkesan dibiarkan menjalankan usahanya sendiri. Yang lebih penting, katanya lagi, adalah pendampingan kepada masyarakat sesudah mendapatkan pelatihan.
"Yang jelas, peserta pelatihan butuh didampingi dan didorong. Bentuknya bisa bermacam-macam. Mulai dari bantuan modal sampai bahan baku batik. Agar mereka bisa terus berlatih hingga benar-benar terampil," kata Hariyadi.
Ketika ditanya mengenai pengaruh Pandemi Covid-19 terhadap usaha yang dirintis sejak tahun 2000 tersebut, Hariyadi mengaku omzetnya sempat anjlok sampai 80%. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama karena rumah produksinya mendapat banyak pesanan dari beberapa galeri besar dari luar Pulau Jawa. Sejauh ini, Hariyadi menyebut pesanan terbesar yang masih rutin dilayaninya berasal dari sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Selain itu, Hariyadi juga mengontak beberapa relasinya yang tinggal di daerah yang tidak termasuk zona merah Pandemi Covid-19. Kepada DWS, Hariyadi menaruh harapan agar pemerintahan Kabupaten Sleman mendatang menaruh perhatian yang besar terhadap pengembangan UMKM.
"Semoga pemerintah kedepannya akan mengangkat UMKM yang ada. Yang masih kecil bisa ditingkatkan, diberi bimbingan agar lebih mandiri dan lebih maju lagi," katanya.
Khusus di bidang kerajinan batik, Haryadi meminta agar pemeritah memberi dorongan kepada pengrajin untuk melakukan inovasi. "Saya berharap pemerintah mendorong pengrajin batik melakukan inovasi terhadap motif, warna, serta komposisi warna. Karena hal itu akan mengangkat citra batik ke level yang lebih tinggi," ujar dia. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemprov Jateng memperluas program Satu OPD Satu Desa Dampingan yang kini menjangkau 641 desa untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan.
Cek jadwal SIM Gunungkidul Oktober 2026 di Satpas, SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
Cek jadwal SIM Kulonprogo Oktober 2026 di Satpas, MPP, SIMENOR, dan SIM Keliling lengkap dengan syarat perpanjangan SIM.
Cek jadwal KA Bandara YIA Jumat 2 Oktober 2026. Ada 24 perjalanan YIA-Stasiun Tugu dan sebaliknya, mulai pukul 04.20 WIB.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja hari ini, Jumat (2/10/2026), tersedia bagi penumpang yang baru tiba di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA)