Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kanit Regident Polres Bantul, Ipda Wasito./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL- Program layanan pembuatan surat izin mengemudi (SIM) masuk desa atau Simade Satuan Lalu Lintas Polres Bantul dinilai efektif mengurai kerumunan di masa pandemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini. Pemohon SIM di Polres yang biasanya mencapai lebih dari 100 orang per hari, saat ini rata-rata 70-80 pemohon.
Kepala Unit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Satlantas Polres Bantul, Wasito mengatakan program Simade Bantul yang baru diluncurkan sejak tiga bulan lalu itu dalam sehari di satu lokasi bisa melayani 50 pemohon SIM baru maupun perpanjangan, “Sengaja dibatasi sampai 50 pemohon untuk menghindari kerumunan. Kalau lebih dari 50 kami arahkan ke Polres,” kata Wasito, Rabu (7/10/2020).
Baca juga: Ngaglik Punya Pendopo Penunjang Pariwisata Seni dan Budaya
Saat ini Simade baru dilakukan di empat Desa, yakni Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri; Desa Seloharjo, Kecamatan Pundong; Desa Banguntapan, Kecamatan Banguntapan; Desa Argosari, Kecamatan Sedayu. Alasan baru diterapkan di empat desa tersebut karena sarana dan prasarana penunjang cukup mendukung seperti jaringan listrik dan internet.
Namun tidak menutup kemungkinan sasaran Simade akan diperluas ke desa lainnya. Pihaknya juga mendapat banyak masukan dari beberapa pamong desa dan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompincam) untuk memperluas sasaran Simade karena dianggap membantu warga yang terlalu jauh jika harus datang ke Polres Bantul.
Untuk memenuhi permintaan tersebut, Satlantas Polres Bantul mensiasati dengan layanan SIM Blusukan ke objek wisata setiap Minggu. “Kalau Simade kan setiap Kamis. Nah SIM Blusukan ke objek wisata ini akan kami laksanakan setiap Minggu dengan sasaran wisatawan dan warga sekitar objek wisata,” kata dia.
Baca juga: Pil Pahit Meluasnya Penularan Covid-19 di DIY
SIM Blusukan yang diluncurkan per Oktober ini baru akan diujicobakan di Pantai Parangtritis Kretek, Puncak Sosok Bawuran Imogiri, Jati Larangan Guwosari Pajangan, dan Bj Home Banguntapan.
Menurut Wasito, Polres Bantul sengaja mendekatkan pelayanan SIM untuk mempermudah warga karena sebelum ada Simade antrean pemohon SIM di Polres terlalu banyak sementara ruang tunggu terbatas. Selain itu pemohon SIM lebih antusias lewat Simade karena Simade melayani pembuatan SIM baru maupun perpanjang. Bahkan ujian teori dan ujian praktek langsung dilakukan di desa sasaran.
“Di Desa sudah disiapkan tempat ujian praktek, jadi warga sebelum melakukan permohonan SIM bisa latihan di balai desa selama 24 jam. Jadi tidak perlu lagi ujian praktek di barat lapangan Dwi Windu,” ucar Wasito.
Protokol Kesehatan
Lebih lanjut pria kelahiran Bantul 1984 itu menyatakan selama pandemi Covid-19 ini proses layanan SIM mengedepankan protokol kesehatan baik di Polres Bantul, Simade, maupun Sim Blusukan. Misalnya dengan menyiapkan tempat cuci tangan, imbauan mengenakan masker dan menjaga jarak. Bahkan pihaknya tidak adakan melayani pemohon SIM yang tidak melaksanakan protokol kesehatan, “Kalau ada yang tidak mengenakan masker kami suruh kembali untuk mengenakan masker, tapi kalau kami pas kebetulan bawa stok masker kami berikan untuk pemohon yang tidak mengenakan masker,” ujar Wasito.
Sebelum masuk area pembuatan SIM, pemohon terlebih dahulu juga dicek suhu satu per satu, kemudian diminta cuci tangan terlebih dahulu, lalu mengatur jarak tempat duduk supaya berjarak. Dengan banyaknya program layanan pembuatan SIM keliling desa dan tempat wisata dapat mengurangi kerumunan pemohon SIM di Polres.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Prediksi PSG vs Aston Villa di Piala Super Eropa 2026, lengkap dengan head to head, susunan pemain, dan peluang kedua tim.
Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta dugaan penistaan agama di festival musik Ancol diproses hukum.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Produksi perikanan budi daya Gunungkidul mencapai 7.119 ton hingga Juni 2026. Lele mendominasi dengan produksi lebih dari 6.168 ton.