Kebakaran di Ngaglik Sleman Hanguskan 6 Kendaraan, Kerugian Rp1,5 Miliar
Kebakaran di Ngaglik Sleman menghanguskan enam kendaraan dan sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir Rp1,5 miliar, pemilik rumah terluka.
Sultan Hamengkubuwono X didampingi Walikota Jogja, Haryadi Suyuti meninjau langsung Shelter Rusunawa Bener. / Ist-Diskominfo
Harianjogja.com, JOGJA- Selter Penanganan Covid-19 Kota Jogja di Rusunawa Bener telah tiga pekan beroperasi. Segenap pelayanan terus dikembangkan untuk membantu penanganan pasien OTG, salah satunya pengoperasian aplikasi selter.
Penanggung Jawab Selter Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Sosial Kota Jogja, Agus Sudrajat menerangkan bahwa aplikasi selter diterapkan untuk mempermudah administrasi para pasien OTG. Selain itu, implementasi aplikasi selter juga dinilai mampu untuk meminimalisir penggunaan kertas.
Baca juga: Siapkan Uang Muka Rp3,67 T, Pemerintah Siap Beli 100 Juta Vaksin Covid-19
"Aplikasi selter jadi mau memudahkan, mau menyederhanakan kalau bisa kita paperless, jadi yang mau dikirim ke tempat [selter] kita itu tidak harus menyiapkan fotokopi atau data apa," jelasnya pada Selasa (13/10/2020).
Diteruskan Agus, lewat aplikasi selter, informasi mengenai kapasitas, kondisi kamar yang tersedia dan terisi dapat diketahui. "Begitu masuk kesana [kamar] sudah siap, dukungan administrasinya sudah siap tinggal masuk kamar nomor berapa, itu pakai sistem, jadi langsung diupload-diupload, tapi kamar beberapa yang digunakan akan digunakan itu sudah ada, terus yang kedua kamar mana yang sudah digunakan, yang kosong mana itu sudah ada," tukasnya.
Baca juga: Ketua Satgas Sebut Nyaris Tak Ada Lagi Tempat Aman dari Ancaman Covid-19
Tidak hanya itu, informasi mengenai waktu masuk dan penjemputan pasien juga telah tertera dalam aplikasi selter. "Terus akan muncul pasien penyintas X keluar kapan, jadi itu artinya apa, puskesmas yang memasukkan itu sudah tahu kapan pasien harus dijemput. Dia menambahkan jika aplikasi selter digunakan dapat memantau masuk keluarnya pasien OTG. "Artinya ini untuk mempermudah begitu masuk itu semuanya sudah siap, tidak perlu ada rujukan, KTP, tau apa-apa, sudah secara elektronik sudah masuk," imbuhnya.
Agus menuturkan, adanya aplikasi selter membuat kerja administratif penanganan pasien OTG jadi makin mudah. "Semakin enak, tinggal komunikasi ini nanti dikirimkan jam sekian, ambulansnya aja difoto, plat nomornya, jadi nanti masuknya jelas ini ambulans dari mana," tandasnya. Berdasarkan catatan Agus sebanyak 30 orang secara akumulatif menjadi perawatan di Selter Rusunawa Bener sejak dibuka tiga pekan lalu.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Emma Rahmi menyampaikan jika adanya aplikasi selter begitu bermanfaat bagi tenaga kesehatan yang bertugas di Selter Rusunawa Bener. "Bermanfaat, kan dengan aplikasi selter meminimalkan kontak langsung, mengurangi penyebaran kasus Covid-19," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran di Ngaglik Sleman menghanguskan enam kendaraan dan sejumlah perabotan. Kerugian ditaksir Rp1,5 miliar, pemilik rumah terluka.
Puan Maharani meminta polisi mengusut tuntas kericuhan demo 27 Agustus 2026 dan kematian warga di Pejompongan.
Pejabat Sleman yang gagal mencapai target kinerja bisa dikenai sanksi hingga demosi. Evaluasi mengacu pada Perbup Sleman No. 35/2026.
LBB 2026 Jogja diikuti 3.500 pelajar dari SD hingga SMA. Kegiatan ini menanamkan disiplin, keteraturan, dan cinta Tanah Air.
Profil Destry Damayanti, Gubernur BI 2026-2031, mulai pendidikan, karier sebagai ekonom hingga perjalanan di Bank Indonesia.
Kementerian Koperasi mengusulkan tambahan anggaran Rp4,53 triliun untuk 2027, terutama untuk SDM, usaha, digitalisasi, dan pengawasan.