Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Warga memanen ikan nila di Bendung Lapen, beberapa waktu lalu-Ist
Harianjogja.com, JOGJA--Bendung Lapen yang berlokasi di Kelurahan Giwangan, kecamatan Umbulharjo, belakangan menjadi spot yang banyak dibicarakan warganet karena keunikannya yang menjadikan saluran irigasi sebagai tempat budidaya ikan sekaligus nyaman untuk berekreasi melepas penat.
Awal Oktober lalu, warga sekitar Bendung Lapen menikmati hasil budidaya tersebut dengan kegiatan panen raya untuk yang kedua kalinya. Tak tanggung-tanggung, dalam panen raya kali ini sebanyak 2,3 ton ikan nila dipanen.
Salah satu pengurus Bendung Lapen, Suwarto, menuturkan warga bersama-sama memanen yang kemudian hasilnya ada yang dibagikan dan ada yang dijual. “1,5 ton dijual, 300 Kg dikonsumsi ramai-ramai setelah panen dan dibagikan kepada warga dan pemuda, 300 Kg dikembalikan lagi ke kolam,” katanya, Selasa (20/10/2020).
BACA JUGA: Ular Misterius Melingkar di Tiang Kraton Jogja, Tiba-Tiba Hilang Sebelum Ada Pawang
Ikan yang dijual untuk masyarakat umum dibandrol seharga Rp27.500. Kegiatan ini menurutnya menjadi wujud pemberdayaan masyarakat baik dari aspek Kesehatan karena ikan merupakan sumber protein dan aspek ekonomi karena hasil penjualan menambah pendapatan bagi pengelola yang merupakan warga setempat.
Selain dari hasil panen, pemberdayaan ekonomi juga dilakukan dengan pembuatan angkringan yang memasarkan produk kuliner buatan warga sekitar serta penjualan pellet yang dibeli oleh pengunjung sehingga mereka bisa berekreasi sembari memberi makan ikan.
Bending lapen pertama didirikan pada pertengahan 2019 lalu. Lurah Giwangan, Anggit Syafrudin, menuturkan Bendung Lapen merupakan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat. “Dengan budidaya ikan itu ia berharap dapat mengubah kebiasaan masyarakat menjadi lebih cinta pada lingkungan,” ungkapnya.
Pengembangan Bendung Lapen merupakan bentuk langkah maju karena dulunya, kawasan tersebut merupakan lingkungan kumuh, tempat permukiman yang tidak terurus, pembuangan sampah bahkan ada kendang babi sehingga mencemari sungai gajahwong di sebelahnya.
Dengan dukungan berbagai pihak baik dari Pemkot Jogja maupun Pemda DIY, lokasi tersebut sudah tertata sangat rapi, bersih dan nyaman. Dilengkapi dengan sejumlah gazebo, Bendung lapen menjadi tempat yang pas untuk menikmati suasana sore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Status desil bansos tiba-tiba naik meski kondisi ekonomi belum berubah? Ketahui penyebab kenaikan desil, dampaknya terhadap PKH dan BPNT, serta cara mengajukan
Lionel Messi kembali ke Inter Miami usai sang ayah wafat, namun The Herons kalah dramatis 2-3 dari Leon di Leagues Cup 2026 dan tersingkir.
Saham Roblox anjlok 70% setahun, nilai pasar lenyap Rp1,2 triliun. CFO sebut kurang game viral dan perubahan algoritma jadi biang kerok. Simak selengkapnya.
Striker anyar PSIM Jogja Adrian Dalmau mengungkap perbedaan sepak bola Indonesia dan Spanyol. Jebolan akademi Real Madrid itu juga berbicara soal adaptasi cuaca
Romelu Lukaku resmi bergabung dengan Fenerbahce dari Napoli dengan nilai transfer 6 juta euro. Striker Belgia itu kembali ke Turki setelah 30 tahun