Ular Misterius Melingkar di Tiang Kraton Jogja, Tiba-Tiba Hilang Sebelum Ada Pawang

Ular yang melingkar di salah satu tiang atau soko guru Bangsal Magangan, Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat. - Istimewa
20 Oktober 2020 13:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Penampakan foto seekor ular yang melingkar di salah satu tiang atau soko guru Bangsal Magangan, Kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat membuat heboh Twitter. Penampakan ulang itu bersamaan dengan digelarnya Khaul Ageng Sri Sultan HB IX pada Kamis (8/10/2020) malam atau Malam Jumat Pon.

Penampakan ular di Bangsal Kraton itu diunggah di Twitter oleh akun @fthhrrs pada Minggu (18/10/2020). Saat dimintai konfirmasi melalui sambungan telepon Penghageng Tepas Dwarapura Kraton Jogja, KRT Jatiningrat, mengakui adanya ular melingkar di salah satu tiang di Bangsal Magangan.

BACA JUGA: BMKG Jogja: La Nina Tingkatkan Ancaman Banjir, Longsor, & Tanah Longsor

“Iya, saat malam Jumat Pon saat peringatan khaul Sri Sultan Hamengku Buwono IX, jadi di dalam ada peringatan Khaul Ageng. Waktu itu saya juga sowan ke sana, tetapi saya tidak tahu, tetapi paginya diberitahu lewat foto kalau malam itu ada ular,” ungkapnya kepada Harianjogja.com.

Abdi dalem Kraton yang biasa disapa Romo Tirun ini menambahkan, keberadaan ular itu pertama kali diketahui oleh salah satu petugas yang melakukan pembangunan di lingkungan Kraton. Ular tersebut melingkar di atas umpak salah satu soko guru yang berada di pojok sisi tenggara.

“Salah satu tukang yang membangun di Kraton yang tahu pertama kali. Itu melingkar di atas umpak soko guru sisih lor kulon [tenggara]. Itu panjangnya selebar satu soko guru, kepalanya agak kelihatan, yang motret itu tukangnya,” katanya.

BACA JUGA: Lahan Tol Jogja-Solo Sudah Diukur, Warga Masih Kebingungan

Ia mengatakan, dilihat dari motifnya, ular tersebut tergolong jarang. Ia pun tak tahu jenisnya karena termasuk misterius. Bahkan ada yang menyebut  seperti motif beras wutah pusaka keris.

“Jenisnya tidak tahu, misterius, ada yang bilang kalua duwung atau keris itu sejenis beras wutah, motifnya kalau itu keris,” ucapnya.

Ular tersebut sempat akan dijinakkan pawang, namun tak lama kemudian menghilang. “Tidak lama, lalu hilang, kami sempat akan mencari pawang lalu hilang. Yang melihat [ular] beberapa orang,” katanya.

Romo Tirun menilai penampakan ular di Lingkungan Kraton bukan hal yang aneh, menurutnya tergolong biasa. “Biasa itu bangsa sawer [wujud ular besar] itu banyak, beberapa simbolnya kan banyak yang sawer, ini bukan hal yang aneh sudah biasa. Seperti  di Tamanan [kompleks Tamanan Kraton] itu ada ruangan yang atasnya simbol sawer,” ucapnya.