Jadwal SIM Keliling Jogja 11 Juli 2026, Ada Layanan Malam
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
Petugas pengukur dari Satgas A melakukan pengukuran bidang terdampak pembangunan jalan tol Joglo di Jobohan, Bokoharjo, Prambanan, Senin (19/10/2020)-Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Harianjogja.com, SLEMAN- Proses pengukuran bidang terdampak pembangunan jalan tol Jogja-Solo mulai merambah Kalurahan Bokoharjo, Kepanewon Prambanan, Senin (19/10/2020). Sementara warga terdampak masih kebingungan dengan masa depan mereka.
Berdasarkan pantauan Harianjogja.com, proses pengukuran bidang terdampak oleh Satgas A dari BPN Sleman baru digelar pada pukul 14.00 WIB di Jobohan, Bokoharjo. Petugas pengukur baru tiba dilokasi setelah sebelumnya mereka menggelar rapat koordinasi dengan Pemdes Bokoharjo.
Baru saja peralatan ukur digunakan oleh petugas yang berjumlah tiga orang itu, hujan deras turun di sekitar lokasi. Petugaspun berupaya menyelamatkan peralatan ukur agar tidak rusak. Tak ada tanda hujan mereda, petugas pun bergegas merapikan peralatan.
"Tidak memungkinkan dilanjutkan. Kami harus menjaga agar alat tidak rusak. Kondisi kesehatan kami harus dijaga karena tidak hanya dusun ini yang diukur," kata Wawan salah seorang petugas ukur.
BACA JUGA: Lantai Jalur Pedestrian Malioboro Dipoles
Dijelaskan dia, proses pengukuran akan dilanjutkan pada Selasa (20/10/2020). Hujan, katanya, menjadi salah satu masalah yang mereka hadapi karena peralatan yang digunakan tidak tahan air hujan. "Normalnya pengukuran bisa tiga sampai empat hari selesai. Kalau cuaca hujan terus bisa lebih," katanya.
Proses pengukuran bidang lahan terdampak pembangunan jalan tol, katanya, dibagi dua tim Satgas A. Selain di Jobohan, tim lainnya juga melakukan pengukuran di Pelemsari. Setelah di Bokoharjo, tim akan bergerak ke kalurahan lainnya yang belum selesai. Seperti Selomartani, Tirtomartani dan Tamanmartani.
Sementara sejumlah warga Jobohan mengawal proses pengukuran lahan terdampak. Mereka ingin memastikan lahan tersebut sesuai dengan yang mereka miliki. Hanya saja warga mengaku masih kebingungan dengan masa depan mereka kelak. "Sebenarnya yang kami tunggu pertemuan dengan tim Appraisal. Kami ingin tahu berapa sebenarnya besaran ganti untung yang dijanjikan," kata Totok, warga Jobohan.
Pertemuan dengan tim Appraisal, kata Totok penting karena menyangkut masa depan warga terdampak. Sebab sampai saat ini warga terdampak kebingungan untuk mencari lahan pengganti karena mereka tidak memiliki lahan lainnya selain yang ditempati saat ini. "Padahal mencari tanah tidak mudah. Ini yang membuat warga dilema, dampak psikologinya sangat terasa sekali. Kalau kita yang butuh (lahan) harganya sudah pasti tinggi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal SIM Keliling Jogja Juli 2026. Berikut rincian layanan yang bisa dimanfaatkan:
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.