Tol Bawen-Jogja Bikin Distribusi Barang ke Pelabuhan Lebih Efisien
Pemkab Temanggung menilai Jalan Tol Bawen-Jogja mempercepat distribusi barang ke pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung investasi.
Warga Kalitengah Lor, Glagaharjo, Cangkringan tetap mencari rumput di area Objek Wisata Bukit Klangon pasca erupsi Gunung Merapi yang ketiga kali, Sabtu (28/3/2020) pagi./Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Mantan Kepala BNPB Mayjen TNI (Purn) Profesor Syamsul Maarif menyarankan perlunya menyusun rencana operasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana Merapi. Hal itu diungkapkan dalam Webinar Seri 3 Praktik Baik dari Merapi yang disiarkan secara online, Kamis (29/10/2020). Syamsul Maarif merupakan Kepala BNPB yang memimpin selama tanggap darurat Erupsi Merapi 2010 silam.
“Kalau belum terjadi, silahkan membuat rencana operasi, dengan skenario yang ada dalam rencana kontijensi. Kalau lahar ke tenggara itu kira-kira lewat mana saja, kalau nanti ada lahar hujan itu seberapa besar. Skenario itu yang membuat kita sendiri, tidak mendahului Tuhan, tidak mau mendahulu mbah Merapi, tidak. Tetapi kita yang membuat skenario, kalau skenario ini, apa yang kita lakukan, lalu bikin rencana operasi,” ungkapnya melalui saluran akun Youtube @Dasawarsa Merapi yang dipantau Harianjogja.com, Kamis (29/10/2020).
BACA JUGA : HARIAN JOGJA HARI INI: Erupsi Merapi Kian Dekat
Ia menambahkan urusan predisaster recovery assessment tersebut perlu dibuat dengan mempertimbangkan berbagai hal di lapangan. Misalnya, kata dia, bisa dihitung ketika mulut Merapi arahnya ke tenggara, maka bisa dibuat skenario dengan referensi ilmu dalil gravitasi, apa mungkin akan meleleh ke Boyolali yang di sana ada gunung. Skenario untuk menangani terdampak harus dilakukan secara spesifik kepada titik yang benar-benar diprediksikan menjadi terdampak. Bukan sekedar memakai pemetaan radius bundar yang ditarik dari garis lurus puncak Merapi.
“Mulai sekarang kita bikin predisaster assessment, bahwa nanti saat ada kejadian bencana itu berubah, oke, enggak apa-apa, tetapi kita sudah tahu mana saja masyarakat yang perlu kita ungsikan. Saran saya jangan pakai [pemetaan radius] bundar lagi, masak mau pakai kayak gitu lagi, pakai jangka terus diputar [lalu dianggap itu sebagai titik rawan terdampak], tetapi harus lebih spesifik,” katanya.
BACA JUGA : BPPTKG: Erupsi Merapi Semakin Dekat, Ikuti Alur Erupsi 2006
Syamsul menilai karena menggunakan pemetaan berdasarkan radius bundar tersebut, kata dia, akibatnya saat erupsi 2010 jumlah pengungsi mencapai lebih 500.000 orang. Bahkan ada yang meninggal di pengungsian yang kemungkinan disebabkan karena stres.
“Kalau dibuat radius, mau tidak mau kita hitung berapa rumah yang akan terkena bencana. Menurut saya kita tidak boleh terlalu gegabah untuk membuat segalanya itu serba terkena [bencana], harus lebih spesifik,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Temanggung menilai Jalan Tol Bawen-Jogja mempercepat distribusi barang ke pelabuhan, meningkatkan efisiensi logistik, dan mendukung investasi.
Simak rekomendasi 9 mobil van terbaik di Indonesia mulai dari Wuling Formo, Gran Max, Hiace Premio hingga Mercedes-Benz V-Class. Cocok untuk keluarga maupun bis
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen