Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Gunung Merapi mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2020)./Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut erupsi Gunung Merapi semakin dekat. Erupsi kali ini akan cenderung mengikuti alur erupsi 2006
"Berdasarkan data pemantauan, diperkirakan erupsi berikutnya tidak akan sebesar erupsi 2010 dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi 2006," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam acara pembukaan rangkaian peringatan Dasawarsa Merapi secara daring, Senin (26/10/2020).
BACA JUGA: 5 Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Aplikasi Ojol Cegah Kekerasan Seksual
Hanik menyebutkan berdasarkan data pemantauan yang terus dilakukan BPPTKG pascaletusan pada 21 Juni 2020, aktivitas vulkanik Merapi saat ini semakin intensif dengan berbagai kejadian gempa. Rata-rata enam kali per hari untuk gempa vulkanik dangkal (VTB) dan gempa multipase (MP) sebanyak 83 kali per hari serta deformasi mencapai 2 cm per hari.
Selain itu, pemendekan jarak tunjam juga terukur dengan alat pemantau aktivitas gunung api atau electronic distance measurement (EDM) dari pos pemantauan yang ada di sekeliling Merapi.
"Hal ini menunjukkan bahwa waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat," kata Hanik.
BACA JUGA: AP Bentuk Satgas Layang-Layang: Terbangkan Layangan di Sekitar Bandara Akan Dipenjara
Hanik mengatakan aktivitas Gunung Merapi saat ini sangat berbeda dengan erupsi pada 2010 dan 2006. Erupsi Gunung Merapi saat ini merupakan rangkaian erupsi yang panjang yang dimulai sejak Mei 2018.
"Jadi sudah dua tahun lebih rupsinya didominasi dengan gas yang sifatnya eksplosif tetapi dengan indeks eksplosivitas terendah yaitu satu, atau kalau dibanding dengan erupsi 2010 ini adalah seperseribu, dan seperseratus dibandingkan dengan indeks eksplosivitas erupsi 2006," kata dia.
Hanik berharap dengan status Gunung Merapi yang sampai saat ini masih waspada, masyarakat harus siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana akibat erupsi gunung yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY ini.
"Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan yang masyarakat sudah beradaptasi dengannya. Hidup harmoni dengan Merapi adalah slogan tidak sekadar slogan, namun sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Gunung Merapi," kata Hanik Humaida.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.
Dua harimau Sumatra lahir di Kebun Binatang Fort Worth, Texas, menjadi simbol komitmen konservasi dan persahabatan Indonesia-AS.
Pilur Bantul di 30 kalurahan berjalan lancar. DPRD meminta lurah terpilih merangkul semua elemen dan menjaga kebersamaan warga.
Malioboro full pedestrian akhir November 2026 dikhawatirkan membuat ojol terlambat mengambil order makanan dan berdampak pada performa driver.