BPPTKG: Erupsi Merapi Semakin Dekat, Ikuti Alur Erupsi 2006

Gunung Merapi mengalami erupsi pada Selasa (3/3/2020). - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
26 Oktober 2020 14:57 WIB Newswire Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut erupsi Gunung Merapi semakin dekat. Erupsi kali ini akan cenderung mengikuti alur erupsi 2006

"Berdasarkan data pemantauan, diperkirakan erupsi berikutnya tidak akan sebesar erupsi 2010 dan cenderung akan mengikuti perilaku erupsi 2006," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam acara pembukaan rangkaian peringatan Dasawarsa Merapi secara daring, Senin (26/10/2020).

BACA JUGA: 5 Mahasiswa UPN Jogja Kembangkan Aplikasi Ojol Cegah Kekerasan Seksual

Hanik menyebutkan berdasarkan data pemantauan yang terus dilakukan BPPTKG pascaletusan pada 21 Juni 2020, aktivitas vulkanik Merapi saat ini semakin intensif dengan berbagai kejadian gempa. Rata-rata enam kali per hari untuk gempa vulkanik dangkal (VTB) dan gempa multipase (MP) sebanyak 83 kali per hari serta deformasi mencapai 2 cm per hari.

Selain itu, pemendekan jarak tunjam juga terukur dengan alat pemantau aktivitas gunung api atau electronic distance measurement (EDM) dari pos pemantauan yang ada di sekeliling Merapi.

"Hal ini menunjukkan bahwa waktu erupsi berikutnya sudah semakin dekat," kata Hanik.

BACA JUGA: AP Bentuk Satgas Layang-Layang: Terbangkan Layangan di Sekitar Bandara Akan Dipenjara

Hanik mengatakan aktivitas Gunung Merapi saat ini sangat berbeda dengan erupsi pada 2010 dan 2006. Erupsi Gunung Merapi saat ini merupakan rangkaian erupsi yang panjang yang dimulai sejak Mei 2018.

"Jadi sudah dua tahun lebih rupsinya didominasi dengan gas yang sifatnya eksplosif tetapi dengan indeks eksplosivitas terendah yaitu satu, atau kalau dibanding dengan erupsi 2010 ini adalah seperseribu, dan seperseratus dibandingkan dengan indeks eksplosivitas erupsi 2006," kata dia.

Hanik berharap dengan status Gunung Merapi yang sampai saat ini masih waspada, masyarakat harus siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana akibat erupsi gunung yang berlokasi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY ini.

"Erupsi Merapi adalah sebuah keniscayaan yang masyarakat sudah beradaptasi dengannya. Hidup harmoni dengan Merapi adalah slogan tidak sekadar slogan, namun sudah menjadi bagian dari pola hidup masyarakat Gunung Merapi," kata Hanik Humaida.

Sumber : Antara